-->

Pedagang Lukisan Tewas Tertimpa Ranting Pohon di Lapangan Merdeka Binjai

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Binjai, Senin (14/9/2026) sore. Di tengah kondisi tersebut, seorang perempuan paruh baya pedagang

Editor: PoskotaSumut.id author photo


BINJAI
— Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Binjai, Senin (14/9/2026) sore. Di tengah kondisi tersebut, seorang perempuan paruh baya pedagang lukisan anak-anak tewas setelah tertimpa cabang pohon yang patah di kawasan Lapangan Merdeka Binjai.

Korban diketahui bernama Lila Apriana, yang akrab disapa Kak Ana. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan sontak menghebohkan warga maupun pedagang yang berada di sekitar Lapangan Merdeka.

Informasi yang dihimpun, saat hujan mulai turun, korban tengah sibuk menyusun dan mengamankan dagangan berupa lukisan atau gambar untuk anak-anak.

Namun, secara tiba-tiba, cabang pohon berukuran cukup besar patah dan jatuh menimpa tubuh korban.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Djoelham Binjai menggunakan kendaraan warga untuk mendapatkan penanganan medis.

Setibanya di rumah sakit, korban langsung diarahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Plt Direktur RSUD Djoelham Binjai, drg. Doni Arsin, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, korban merupakan pedagang lukisan atau gambar untuk anak-anak yang biasa beraktivitas di sekitar Lapangan Merdeka Binjai.

"Jadi sewaktu dibawa warga ke sini, oleh tim medis RSUD Djoelham segera ditangani secara cepat. Namun menurut tim medis di sini, wanita tersebut sudah meninggal. Jadi kemungkinan sewaktu dalam perjalanan sudah meninggal," ujar Doni.

Ia menyebut, korban diduga mengalami cedera serius pada bagian kepala akibat tertimpa cabang pohon.

"Ini disebabkan adanya cedera atau luka serius di kepala bagian belakang ibu itu," jelasnya.

Warga Minta Pohon Tua Segera Ditangani

Pasca kejadian, kekhawatiran warga dan pedagang yang selama ini beraktivitas di sekitar Lapangan Merdeka Binjai kembali mencuat.

Sejumlah warga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Binjai segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pepohonan yang berada di kawasan tersebut.

Mereka khawatir pohon-pohon berusia tua yang diperkirakan telah berusia puluhan tahun dapat kembali membahayakan keselamatan masyarakat.

Warga berharap pohon yang dinilai sudah lapuk atau memiliki cabang yang rawan patah segera dipangkas, ditangani atau ditebang apabila memang dinyatakan membahayakan.

Permintaan tersebut dinilai penting mengingat kawasan Lapangan Merdeka merupakan salah satu ruang publik yang setiap hari ramai didatangi warga, termasuk para pedagang.

"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi," harap sejumlah warga dan pedagang.

Mereka juga menyebut peristiwa tertimpa ranting pohon di kawasan Lapangan Merdeka bukan kali pertama terjadi. Kejadian serupa disebut pernah terjadi sebelumnya di lokasi yang sama.

Karena itu, warga meminta Pemko Binjai tidak hanya melakukan penanganan setelah terjadi musibah, tetapi melakukan pemeriksaan dan perawatan pohon secara rutin sebagai langkah pencegahan.

Terlebih, keberadaan pohon-pohon tua di ruang publik yang ramai aktivitas masyarakat perlu mendapat perhatian serius agar memberikan manfaat sekaligus tidak berubah menjadi ancaman keselamatan.

Peristiwa yang menimpa Kak Ana menjadi pengingat bahwa kondisi infrastruktur dan pepohonan di ruang publik perlu mendapat pengawasan secara berkala, terutama memasuki kondisi cuaca yang disertai hujan deras dan angin kencang.

Share:
Komentar

Berita Terkini