-->

Gegara Takut Sawit Dicuri, Kebun Firdaus Estate Gali Lubang Hingga Picu Kerusakan Aspal dan Ancaman Longsor

Masyarakat pengguna jalan dari kawasan Firdaus menuju Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluhkan

Editor: PoskotaSumut.id author photo


SERDANG BEDAGAI – Masyarakat pengguna jalan dari kawasan Firdaus menuju Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluhkan tindakan pihak Perkebunan PT Rambong Sialang Kebun Firdaus Estate yang menggali lubang di sekitar badan jalan, sehingga berdampak pada kerusakan aspal beton dan berpotensi menyebabkan longsor.

Pengorekan lubang tersebut diduga dilakukan pihak kebun sebagai upaya mengamankan areal perkebunan kelapa sawit dari aksi pencurian. Namun, tindakan itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan karena posisi lubang sangat dekat dengan badan jalan utama.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang yang digali memiliki lebar hampir dua meter dengan kedalaman lebih dari dua meter. Jarak lubang dengan badan jalan aspal hotmix yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bernilai miliaran rupiah itu diperkirakan kurang dari satu meter.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan jalan, terutama saat musim hujan. Air hujan yang mengalir tanpa arah yang jelas berpotensi menggerus sisi tanah di sekitar lubang, sehingga menyebabkan longsor yang dapat merusak badan jalan.

Jalan lintas Firdaus–Cempedak Lobang diketahui merupakan salah satu akses vital di Kabupaten Serdang Bedagai. Jalan tersebut setiap hari dilintasi berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan pribadi dan truk kelas menengah seperti Colt Diesel dan L-300 yang mengangkut hasil bumi, seperti ubi, buah kelapa sawit, hingga ampas ubi.

Beberapa warga yang melintas di lokasi mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Saat awak media melakukan dokumentasi di lokasi, sejumlah pengguna jalan sempat berhenti dan menyampaikan keluhan mereka.

"Memang pihak kebun sudah membuat penahan longsor dengan memancang bambu dan menimbun tanah menggunakan karung goni. Tapi menurut kami sebagai warga Cempedak Lobang, kalau hujan deras turun, air dari arah jalan tol datang seperti peluru ke arah sini," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (12/4/2026).

Ia menambahkan bahwa wilayah tersebut sebelumnya pernah mengalami banjir yang menyebabkan akses jalan terganggu.

"Di lokasi ini pernah terjadi banjir tahun lalu, sehingga akses jalan dari Firdaus menuju Cempedak Lobang sempat terputus. Ini seharusnya menjadi perhatian pihak perkebunan sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU), bukan Hak Milik. Jangan hanya memikirkan buah sawit agar tidak dicuri, tetapi keselamatan masyarakat juga harus menjadi prioritas," ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Serdang Bedagai, Abdul Rahman Purba, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

"Sore ini juga saya akan meminta personel Dinas PUTR Sergai untuk mengecek langsung ke lokasi. Jika benar kondisi tersebut membahayakan jalan, maka pada hari Senin secara resmi akan kita surati pihak perkebunan, baik Lonsum maupun Rambong Sialang," ujar Abdul Rahman Purba.

Sementara itu, saat awak media mencoba meminta keterangan dari salah seorang karyawan kebun yang melintas di lokasi, karyawan tersebut mengarahkan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak manajemen kebun.

"Bapak ke manajer kebun saja di Rambong Sialang, kalau kami tidak tahu soal itu," ujarnya singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Warga berharap pihak perkebunan segera mengambil langkah perbaikan yang lebih permanen guna mencegah terjadinya longsor dan kerusakan jalan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.

Share:
Komentar

Berita Terkini