-->

RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Dukung Visi Sumut 2025–2029 Lewat Penguatan Layanan Kesehatan Jiwa dan Teleconsulting

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem menegaskan komitmennya mendukung visi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam Rencana Pembangunan Ja

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem menegaskan komitmennya mendukung visi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 melalui penguatan layanan kesehatan jiwa, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta inovasi pelayanan berbasis digital.

Hal itu disampaikan Direktur RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Sri Suriani Purnamawati, saat memaparkan program unggulan rumah sakit dalam kegiatan konferensi pers bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara. Kamis (16/7/2026) di Aula Dekranasda Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Sri Suriani menjelaskan, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus di bawah Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang memiliki tugas memberikan pelayanan kesehatan jiwa, rehabilitasi penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, serta edukasi kesehatan mental kepada masyarakat.

"Keberadaan rumah sakit ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat Sumatera Utara sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagaimana menjadi salah satu misi utama Gubernur Sumatera Utara dalam RPJMD 2025–2029," ujarnya.

Menurutnya, kesehatan jiwa merupakan fondasi penting dalam menciptakan SDM yang berkualitas. Karena itu, rumah sakit terus memperkuat pelayanan melalui dukungan tenaga medis profesional, dokter spesialis, perawat, hingga sarana dan prasarana yang memadai.

Sebagai rumah sakit pelampu layanan kesehatan jiwa di Sumatera Utara, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga membina sepuluh rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai kabupaten dan kota. Program tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi dokter spesialis, tenaga kesehatan, serta pendampingan teknis agar kualitas layanan kesehatan jiwa di daerah semakin merata.

Selain penguatan SDM, rumah sakit juga menghadirkan inovasi Teleconsulting, yaitu layanan konsultasi psikologi berbasis digital yang memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan mental tanpa harus datang langsung ke rumah sakit.

Layanan ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap konsultasi psikologi secara lebih mudah, cepat, dan efisien, sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap pelayanan kesehatan jiwa.

Direktur menilai masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan kondisi mentalnya karena khawatir mendapat cap sebagai penderita gangguan jiwa. Padahal, persoalan kesehatan mental sangat beragam, mulai dari stres, depresi, gangguan kecemasan hingga gangguan kepribadian yang membutuhkan penanganan profesional.

"Perubahan nama RSJ menjadi Rumah Sakit Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga merupakan bagian dari upaya menghilangkan stigma tersebut. Rumah sakit ini tidak hanya melayani pasien gangguan jiwa, tetapi juga terus bertransformasi menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan secara lebih luas sesuai transformasi layanan kesehatan nasional," jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan kehidupan masyarakat saat ini yang diwarnai tekanan sosial, ekonomi, hingga persoalan keluarga membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan mental semakin meningkat. Melalui layanan teleconsulting, masyarakat diharapkan lebih mudah berkonsultasi sejak dini sehingga berbagai masalah psikologis dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.

Share:
Komentar

Berita Terkini