-->

Wali Kota Medan Tinjau Program Bedah Rumah, Pastikan Kualitas Bangunan RTLH Sesuai Standar

Wali Kota Medan meninjau langsung sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah selesai dibangun kembali melalui program bedah rumah Pemerintah

Editor: PoskotaSumut.id author photo



MEDAN – Wali Kota Medan meninjau langsung sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang telah selesai dibangun kembali melalui program bedah rumah Pemerintah Kota Medan. Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan kualitas bangunan sesuai standar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penerima.

Dari tiga rumah yang dikunjungi, Wali Kota menemukan masih ada beberapa pekerjaan yang perlu disempurnakan, terutama pada bagian pengecatan.

"Yang menjadi catatan saya, ada rumah yang pengecatannya masih belum sempurna. Itu harus segera dibenahi. Ada juga yang masih dalam proses karena memang besok baru mulai dicat. Yang penting pekerjaannya rapi sehingga rumah ini benar-benar nyaman dimanfaatkan masyarakat," ujarnya, saat meninjau beda rumah di Medan Tuntungan di Jalan Bunga Sakura, Rabu (5/7/2026).

Menurutnya, seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi. Sebelumnya, kondisi rumah mereka memang sangat memprihatinkan, sebagian besar masih berupa rumah kayu yang sudah tidak layak ditempati.

"Kita sudah cek langsung. Memang rumah-rumah tersebut layak mendapatkan bantuan karena kondisinya sangat memprihatinkan," katanya.

Wali Kota menjelaskan, pada tahun 2026 Pemko Medan menargetkan pembangunan kembali sebanyak 213 unit RTLH yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Medan.

"Target kita tahun ini sebanyak 213 unit yang diperbaiki di seluruh kecamatan," jelasnya.

Ia menegaskan, program tersebut sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan, terpisah dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kalau program ini murni dari APBD Kota Medan. Memang ada juga bantuan CSR dari pihak lain, tetapi yang kita tinjau ini merupakan program APBD," ungkapnya.

Setiap unit rumah memperoleh anggaran sekitar Rp20 juta. Menurutnya, nilai tersebut masih mencukupi untuk membangun rumah yang lebih layak huni.

"Saya rasa masih cukup. Yang penting masyarakat memiliki rumah yang layak sehingga kualitas hidup meningkat. Rumah menjadi lebih sehat, anak-anak bisa belajar dan beristirahat dengan nyaman," katanya.

Ia mengaku terharu melihat salah seorang penerima bantuan yang telah berusia sekitar 60 tahun dan selama hidupnya belum pernah memiliki rumah berdinding permanen.

"Tadi ada warga yang sudah sekitar 60 tahun. Rumahnya turun-temurun dan selama ini belum pernah menjadi rumah tembok. Alhamdulillah sekarang akhirnya bisa dibangun dan dimanfaatkan dengan baik," ucapnya.

Wali Kota menambahkan, seluruh penerima bantuan merupakan hasil usulan dari pemerintah kelurahan yang dibahas melalui musyawarah sebelum ditetapkan sebagai penerima program bedah rumah.

Selain meninjau RTLH, Wali Kota juga menanggapi aspirasi warga terkait rekayasa lalu lintas di salah satu ruas jalan yang kini diberlakukan sistem satu arah. Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi jika memang diperlukan perubahan.

"Kalau memang ada titik-titik yang menjadi aspirasi masyarakat, nanti akan kita koordinasikan dengan Satlantas. Kalau memang setelah dikaji perlu dikembalikan menjadi dua arah, tentu bisa dipertimbangkan. Namun semuanya harus berdasarkan kajian lalu lintas," tegasnya.

Ia menjelaskan, pengaturan arus lalu lintas di Kota Medan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kota dan pertumbuhan volume kendaraan.

"Kondisi Kota Medan terus berkembang. Karena itu rekayasa lalu lintas juga harus menyesuaikan. Pelan-pelan akan kita pelajari agar memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini