MEDAN – Sejumlah tokoh senior dunia jasa konstruksi di Sumatera Utara (Sumut) mengaku prihatin melihat kondisi sektor jasa konstruksi di daerah ini. Keprihatinan tersebut mendorong mereka menggagas pembentukan sebuah wadah komunikasi bersama untuk membahas berbagai persoalan dan perkembangan dunia konstruksi di Sumut.
Wadah yang direncanakan bernama Forum Komunikasi Masyarakat Jasa Konstruksi Sumatera Utara itu diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku dan pemerhati jasa konstruksi untuk bertukar pandangan serta menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di sektor tersebut.
Pemerhati dunia konstruksi Sumut, Erickson Lumban Tobing, mengatakan gagasan pembentukan forum tersebut lahir dari keresahan sejumlah senior yang selama ini berkecimpung di dunia jasa konstruksi.
"Jadi ini para senior di dunia jasa konstruksi Sumatera ini sekarang lagi prihatin dengan keadaan jasa konstruksi di Sumatera Utara. Nah, karena itulah kita berkumpul sekarang semua membicarakan serba-serbi apa yang terjadi di dunia konstruksi di Sumut ini," ujar Erickson, Rabu (16/9/2026).
Menurut Erickson, persoalan yang berkembang di dunia konstruksi Sumut cukup beragam. Namun, berbagai isu tersebut belum akan dibahas secara spesifik sebelum wadah komunikasi itu terbentuk.
"Isu-isunya banyak banget. Idenya sekarang kita akan berbicara atas nama dunia konstruksi Sumatera Utara, dimulai dari senior-seniornya ini," katanya.
Dihimpun dari Berbagai Organisasi
Gagasan pembentukan forum tersebut melibatkan sejumlah tokoh senior dari berbagai organisasi dan latar belakang profesi di sektor jasa konstruksi.
Di antaranya T.M. Pardede, yang disebut pernah menjabat sebagai Ketua Gapensi Sumut dan kini menjadi Ketua Dewan Pengawas BPD Gapensi Sumut.
Kemudian Insinyur Burhan Batubara, Ketua Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI), serta Insinyur Guntono, yang disebut sebagai Ketua Perhimpunan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI) Sumatera Utara dan pernah menjadi pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sumatera Utara.
Ada pula Insinyur Murniati Pasaribu, yang disebut pernah menjabat sebagai Ketua LPJK Provinsi Sumatera Utara, serta Insinyur Yanuar Mahdi, yang disebut terkait dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ketua INKINDO Sumatera Utara.
Erickson Lumban Tobing juga disebut menjadi salah satu tokoh senior yang akan terlibat dalam wadah tersebut.
Dalam proses awal pembentukan forum, Guntono disebut sebagai salah satu inisiator. Gagasan tersebut selanjutnya akan dirumuskan lebih matang sebelum dideklarasikan secara resmi.
"Ini inisiatornya, jangan lupa. Bikin nanti ini inisiatornya. Yang jadi seniornya di sini, Insinyur Guntono. Biar kita hargai, orang memang dia yang punya ide ini," ujar Erickson.
Junior Juga Akan Dilibatkan
Meski digagas oleh para senior, forum tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi ruang komunikasi bagi kalangan senior.
Para penggagas juga membuka ruang bagi generasi muda yang berkecimpung dalam dunia jasa konstruksi Sumatera Utara.
Sejumlah nama dari kalangan muda yang disebut antara lain Raden Pardede, Michael Huber, dan Rohil Sirait.
Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat memperluas unsur yang terlibat dalam forum, sehingga komunikasi tidak hanya berlangsung di antara para senior, tetapi juga melibatkan generasi yang tengah berkembang di sektor jasa konstruksi.
Erickson mengatakan, setelah forum terbentuk, berbagai persoalan konstruksi yang berkembang di Sumatera Utara dapat menjadi bahan pembahasan dan pandangan bersama.
Salah satu persoalan yang disebut telah menjadi perhatian para penggagas adalah terkait Lapangan Merdeka Medan, yang sebelumnya juga pernah menjadi objek gugatan oleh Burhan Batubara.
Namun, para penggagas memilih membentuk wadah komunikasi terlebih dahulu sebelum berbagai isu tersebut dibahas secara lebih luas.
"Isu ini, isu itu banyak kali. Tapi ada dulu lah wadahnya," ujar Erickson.
Hingga kini, deklarasi Forum Komunikasi Masyarakat Jasa Konstruksi Sumatera Utara belum memiliki jadwal pasti. Para penggagas masih menyiapkan konsep dan eksposisi mengenai wadah yang akan dibentuk.
Forum tersebut diharapkan nantinya menjadi ruang bersama bagi para pelaku, pemerhati, senior, maupun generasi muda untuk menyampaikan pandangan dan membicarakan perkembangan dunia jasa konstruksi di Sumatera Utara.
Rencana deklarasi akan ditentukan setelah persiapan awal dan konsep forum selesai dirumuskan.
