SIANTAR – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang yang berjualan di sepanjang trotoar Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka, Kota Pematangsiantar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi.
Para pedagang mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Pematangsiantar yang selama ini, menurut mereka, memberikan ruang bagi PKL untuk menjalankan aktivitas usaha tanpa razia rutin dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pedagang menilai kebijakan tersebut memberikan rasa aman sekaligus membantu keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
Salah seorang pedagang trotoar di Jalan Sutomo, Anton, mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan masa kepemimpinan sejumlah wali kota sebelumnya, yakni RE Siahaan, Hefriansyah dan Susanti.
“Wali kota sekarang berbeda dengan tiga pendahulunya. Wesly Silalahi mendukung pedagang kaki lima dan pedagang trotoar. Artinya, beliau mendukung perekonomian rakyat kecil. Selama hampir dua tahun ini, seluruh pedagang kaki lima dan trotoar tidak pernah dirazia Satpol PP,” ujar Anton, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurut Anton, pada masa kepemimpinan sebelumnya, para pedagang kerap merasa resah karena adanya penertiban. Ia mengklaim razia bahkan bisa dilakukan beberapa kali dalam sebulan.
Menurutnya, penertiban tersebut berdampak terhadap pedagang karena sejumlah peralatan dagangan mengalami kerusakan atau bahkan hilang.
Pedagang Bicara soal Dukungan
Anton bahkan mengatakan, jika Wesly Silalahi kembali mencalonkan diri sebagai wali kota, para pedagang kaki lima dan pedagang trotoar akan memberikan dukungan.
“Jika Wesly Silalahi kembali mencalonkan, seluruh pedagang kaki lima dan trotoar sepakat mendukung beliau memimpin Kota Pematangsiantar,” katanya.
Senada dengan Anton, Johan, pedagang trotoar di Jalan Merdeka, mengatakan para pedagang tidak ingin terlibat dalam tarik-menarik kepentingan politik di tingkat elite.
“Kami tidak paham politik. Urusan tarik-menarik kepentingan, hal biasa karena para pelaku politik tidak mendapat kue. Terpenting bagi kami pedagang kecil ini, Wesly Silalahi sosok bapak penyayang,” ujar Johan.
Malam Hari Kota Dinilai Lebih Ramai
Menurut para pedagang, keberadaan PKL pada malam hari juga membuat sejumlah kawasan di Kota Pematangsiantar menjadi lebih ramai.
Sejak Wesly Silalahi memimpin, mereka menyebut kawasan Jalan Merdeka, Jalan Sutomo, Lapangan Haji Adam Malik, Jalan Kartini serta sejumlah titik di pinggiran kota semakin banyak dipenuhi pedagang pada malam hari.
Seorang pedagang minuman di Jalan Merdeka, Sartika, mengatakan kondisi tersebut membuat suasana malam di Kota Pematangsiantar lebih hidup.
“Suasana Kota Pematangsiantar hidup dan meriah. Tidak seperti masa wali kota sebelumnya. Pedagang kaki lima tidak diperkenankan berjualan pada malam hari,” katanya.
Ia juga menilai aktivitas pedagang pada malam hari memberikan dampak lain terhadap suasana keamanan lingkungan.
Menurut Sartika, keramaian membuat masyarakat merasa lebih nyaman untuk beraktivitas dan bersantai pada malam hari.
“Lihatlah warung kopi di sekitar Taman Makam Pahlawan, Jalan Sutomo dan Merdeka, Lapangan Adam Malik, serta beberapa titik di pinggiran kota. Sekarang menjadi tempat nongkrong santai,” ujarnya.
Meski demikian, terkait aktivitas pedagang kaki lima dan pedagang yang berjualan di trotoar sepanjang Jalan Sutomo, Jalan Merdeka serta sejumlah titik keramaian lainnya, Kepala Satpol PP Kota Pematangsiantar Hasudungan Hutajulu SH belum berhasil dikonfirmasi.
Catatan: Pernyataan mengenai frekuensi razia pada masa wali kota sebelumnya serta klaim bahwa selama hampir dua tahun tidak ada razia merupakan keterangan dari pedagang dan belum mendapat konfirmasi dari Satpol PP Kota Pematangsiantar.
