MEDAN - Mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajeksyah menginginkan pembangunan infrastruktur khusus jalan di Sumatera Utara harus lebih baik dari sebelumnya. Sebab, keinginan pembangunan di kampung halaman kita ini tidak hanya baik visual saja. Tapi, baik juga secara kekuatannya dan fungsinya, serta kemanfaatannya buat masyarakat.
Hal itu disampaikannya pada Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IV Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) di Le Polonia Hotel Jalan Sudirman Medan, Rabu 6 Desember 2023. lalu
Menurutnya, kalau kita berbicara kontruksi,baik di negara kita ini, di Provinsi kita ini dan Desa adalah masalah infrastruktur jalan. Sebab, jalan ini kalau kita anatomikan ibarat tubuh, jalan itu adalah nadi peredaran darah. Bila dia lancar, maka sehatlah tubuh kita, sehingga oksigen bisa nyampe kemana-mana.
"Begitru juga jalan, jalan ini baik, bagus dan lancar, maka angkutan muda akan terjadi kurangnya biaya-biaya transportasi dan juga memudahkan membawa hasil-hasil bumi dari daerah-daerah, ke kota hingga sampai ke pelabuhan untuk diekspor. Jadi, inilah pentingnya infrastruktur dan lainnya seperti bangunan, tinggal bagaimana fungsinya saja."ujar Musa Rajeksyah yang biasa dipanggil Ijeck.
Dalam kesempatan tersebut Ijeck sedikit menceritakan pengalaman hidupnya. Ia mengatakan, kalau kita sebagai manusia hanya bisa berencana. Namun, ketentuan tetap Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT). Dirinya bersyukur perna masuk dalam dunia bisnis dan dunia pemerintahan. Dimana, dulunya dalam dunia bisnis, kita berharap bisa sukses, karena kita ingin menekuni dalam dunia bisnis.
"Saya baru-baru tamat SMA, saya terjun ke dunia bisnis menjadi kontraktor tahun 1992. Namun, itu hanya berjalan dua tahun saja dan itu saya sendiri yang mengundurkan diri. Karena, sudah tak betul dalam proses perjalanannya. Lebih banyak bagi-baginya dari pada untungnya."terang Ijeck sambil dibarengi tepuk tangan dan tawa peserta Musda IV Gapeksindo.
Ditambahkanya, hal-hal seperti itu sudah menjadi rahasia umum. Sehingga, melihat Takeline Musda IV Gapeksindo ini "Lebih Berani-Lebih Bersih" ini langkah hebat. Kemudian, "Jauhi Penjara Jauhi Neraka", ibarat kita hidup, "Sukses Dunia-Sukses juga menuju Akhirat".
"Menjadi Kontraktor ini, imbang-imbang menjadi pejabat negara, kaki sebelah dekat-dekat rumah sakit, kaki satunya lagi dekat-dekat penjara. Padahal, mau kita tidak seperti itu. Tapi, kalau tidak dikasih, tidak dapat kita kerjaan."ucapnya
Lanjutnya, jadi bagaimana sekarang hal-hal tersebut kita hilangkan, kita sama-sama punya visi misi bersama untuk membangun negara ini lebih bersih kedepannya. Begitu juga pemerintahannya yang lebih bersih melalui sistim tata kelolah pemerintahan kita ini.
Dijelsakannya, dirinya perna duduk bersama pada saat makan siang dengan Bapak Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menpan RB Anuar Anas, sambail makan santai bercerita terkait dengan tender elektronik. Disampaikan dalam pembicaraan nantinya akan dibuat aplikasinya sistim tenden elektronik tersebut. Dan, saya nimbrung dalam pembicaraan tersebut, dan menyampaikan kalau lelang secara elektronik ini dirinya mengikutin pada tahun 2021, dimana KPK menyampaikan tender lokal menggunakan tender elektronik.
Dan bertanya, "Benar ini tender elektronik ini, opratornya kan masih manusia. Prangkatnya udah benar,aplikasinya uda benar. Namun opratornya masih manusia. mohon maaf pak, mungkin secara nasional melihatnya secara nasional. Tapi, kami di Propvinsi pak, dibawahnya ini lebih banyak cara mainnya. Kalau nasional melihatnya secara nasional. sementara dibawah ini, mengelolah sekian banyak anggaran dengan item sebegitu banyaknya juga, apa yang terjadi, supaya jangan banyak yang ikut tender, tiba-tiba aplikasi heng, jaringan internetnya juga heng, begitu bisa dibuka jam sudah jam 12 malam lewat. ya..udahlah yang masuk yang itu saja ".ucapnya
Jadi, barang-barang yang dibeli, oprasional dinas-dinas melalui tender lokal. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan para UMKM-UMKM lokal.Tapi, kejadiannya sama saja. Saya mau membersihkan, malah akhirnya saya pun tersisihkan.
"Buat adik-adik yang saat ini bergabung di Gapeksindo, untuk tidak menyesali kondisi saat ini yang masih belum berubah terkait dengan dunia tender-tender. Untuk kebaikan jangan perna berpindah, karena ada saja fitnahan-fitnahan. Namun, pada saatnya akan indah, kebohongan akan terungkap selalu. Tapi, kebaikan itu, walaupun awalnya berat, suatu hari akan ditunjukan mana yang benar itu benar.



