MEDAN – Di Pantai Labu, Deliserdang, pagi sering dimulai dengan derit pintu kandang dan suara ayam yang berebut pakan. Tapi bagi Seng Guan, salah satu peternak ayam di daerah itu, rutinitas harian kini disertai rasa cemas. Bukan karena penyakit ternak—melainkan harga pakan yang naik turun tanpa bisa ditebak.
“Harga pakan ini sangat menentukan hidup-mati usaha kami,” ujarnya lirih. “Kalau naik tiba-tiba, kami bisa rugi besar.”
Keluhan itu bukan milik Seng Guan seorang. Di Deliserdang, Serdang Bedagai, Binjai hingga Langkat, ratusan peternak kecil menghadapi kenyataan serupa: biaya pakan yang melambung, ketergantungan pada produsen asing, serta fluktuasi harga yang memukul modal dan produktivitas mereka.
Karena itulah, Forum Daerah UKM (Forda UKM) Sumatera Utara mendesak pemerintah pusat dan daerah bertindak cepat: membangun pabrik pakan ternak di Sumatera Utara.
Kebutuhan Mendesak Agar Peternak Tidak Kalah Saing
Ketua Forda UKM Sumut, Sri Wahyuni Nukman, menegaskan bahwa pembangunan pabrik pakan ternak di Sumut bukan lagi sekadar wacana—tetapi kebutuhan mendesak jika pemerintah ingin memastikan kontribusi peternak bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Peternak kita harus mampu menyuplai kebutuhan telur untuk program MBG Presiden Prabowo. Tapi bagaimana bersaing kalau pakan masih didominasi perusahaan asing dan harganya fluktuatif?” ujar Sri.
Menurut Sri, ketergantungan Sumut pada pabrik pakan milik PMA (Penanaman Modal Asing) membuat posisi tawar peternak lokal lemah. Harga bisa berubah kapan saja, dan peternak kecil tidak punya pilihan lain selain membeli.
“Contohnya peternak ayam di Deliserdang dan Langkat, kebutuhan pakan mereka besar. Tapi harga pakan sering tidak stabil dan berujung merugikan peternak,” jelasnya.
Rp20 Triliun untuk Pabrik Pakan: Sumut Harus Jadi Prioritas
Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp20 triliun untuk pembangunan pabrik pakan ternak secara nasional. Program ini dipimpin Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, untuk membantu 3,7 juta peternak rakyat.
“Kami ingin membangun pabrik pakan dan memproduksi DOC, vaksin hingga obat-obatan agar peternak Indonesia mendapatkan harga yang stabil,” kata Amran usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo.
Tahap awal akan dibangun 12 pabrik pakan, disusul 18 pabrik tambahan di tahap berikutnya. Pabrik ini disiapkan untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional, termasuk menjadi off taker bagi hasil produksi peternak seperti peran Bulog di sektor beras.
Karena itu, Sri menilai Sumatera Utara layak menjadi daerah prioritas.
“Kita punya populasi ternak besar dan peternak yang aktif. Pabrik pakan akan mengurangi ketergantungan dan mendorong produktivitas. Ini penting sekali bagi Sumut,” tegasnya.
Kondusivitas Usaha: Jangan Ada Lagi Sweeping yang Bikin Peternak Resah
Selain harga pakan, Sri menyoroti masalah kondusivitas usaha. Ia menyebut bahwa sebagian peternak masih menghadapi gangguan berupa inspeksi mendadak atau ‘sweeping’ oleh oknum aparat dengan dalih perizinan.
“Peternak harus dijamin keamanan dan kenyamanannya. Jangan ada lagi sweeping yang membuat pelaku usaha resah,” ujarnya.
Ketua Forda UKM Sergai, Darmadi, menambahkan bahwa pabrik pakan di Sumut akan membuka lebih banyak pilihan bagi peternak.
“Jangan hanya bergantung pada satu atau dua produsen saja. Kalau banyak pilihan, daya saing peternak meningkat,” katanya.
Harapan Baru untuk Ketahanan Pangan Sumut
Model ekosistem peternakan terintegrasi yang dicanangkan pemerintah—mulai dari pabrik pakan, DOC, vaksin, hingga penyerapan hasil produksi oleh BUMN—diproyeksikan memberi kepastian harga dan pasar bagi peternak kecil.
Bagi peternak seperti Seng Guan, kehadiran pabrik pakan di Sumut mungkin bisa menghapus kegelisahan yang selama ini menghantui.
“Kalau harga pakan bisa stabil, kami bisa lebih tenang. Yang penting kami bisa terus memproduksi,” ucapnya.
Forda UKM berharap pemerintah benar-benar menjadikan Sumut sebagai salah satu lokasi prioritas, demi memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani dan menjaga keberlangsungan jutaan keluarga peternak di daerah ini.
