MEDAN - Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara, Zeira Salim Ritonga, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.
Menurut Zeira, tindakan yang dilakukan gubernur merupakan bagian dari langkah preventif sekaligus bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menekan peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Ketegasan terhadap penyalahgunaan narkoba harus menjadi sikap bersama. Apa yang dilakukan gubernur adalah bentuk tanggung jawab dalam menyatakan perang terhadap narkoba di Sumatera Utara,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menyoroti kondisi Sumatera Utara yang selama lima tahun terakhir disebut berada pada posisi tertinggi dalam kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Situasi tersebut dinilai sebagai alarm serius yang membutuhkan langkah luar biasa.
“Ini sangat memprihatinkan. Kita butuh tindakan nyata dan terukur dari semua pihak,” katanya.
Zeira menegaskan, upaya pencegahan harus berjalan seiring dengan penindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba. Menurutnya, pendekatan preventif saja tidak cukup tanpa pemberantasan terhadap bandar.
“Tidak mungkin hanya pencegahan dilakukan, sementara para pelaku masih bebas menyuplai narkoba, bahkan sudah menyasar lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ia juga menilai langkah Bobby sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentolerir penyalahgunaan narkoba di berbagai lapisan masyarakat.
Pernyataan tersebut merespons insiden yang melibatkan seorang oknum sopir dari salah satu direktur utama BUMD Sumut yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba.
Peristiwa itu terjadi saat kegiatan penyerahan tali asih kepada atlet peraih medali SEA Games 2025 di Kantor KONI Sumut, Jumat (10/4/2026).
Dalam kejadian tersebut, Bobby Nasution mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut, yang kemudian memicu perhatian publik sekaligus memperkuat pesan bahwa pemerintah serius dalam memerangi narkoba.
