MEDAN – Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Anggota DPRD Kota Medan Ahmad Afandi Harahap mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Afandi Harahap saat melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Yayasan Pendidikan Ibnu Halim, Jalan Kawat III, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Minggu (31/5/2026).
Dalam pemaparannya, Ahmad Afandi menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, wawasan kebangsaan menjadi landasan penting dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat patriotisme, serta kesadaran untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Pancasila bukan hanya ideologi formal negara, tetapi juga merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh masyarakat,” ujar Ahmad Afandi Harahap.
Politisi yang akrab disapa Afandi itu mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa.
“Besok kita memperingati Hari Lahir Pancasila. Dalam konteks kekinian, momentum ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa hanya bisa dicapai apabila kita terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ini juga menjadi ajakan untuk mempererat persatuan, menghargai perbedaan, serta membangun Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” katanya.
Pada sesi dialog dan tanya jawab, warga terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan maupun aspirasi. Salah satunya disampaikan Sri Arliana, warga Jalan Kawat III Lingkungan XXI, yang menanyakan maksud pentingnya pendidikan sejarah bagi generasi muda.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ahmad Afandi menyoroti semakin berkurangnya pemahaman sejarah di kalangan anak-anak dan generasi muda saat ini.
“Yang saya maksud pendidikan sejarah yang baik adalah bagaimana generasi muda memahami perjalanan bangsa. Saat ini mata pelajaran sejarah sudah semakin berkurang porsinya, sehingga banyak anak-anak yang tidak lagi mengenal tokoh-tokoh pahlawan maupun perjuangan bangsa. Akibatnya, pemahaman mereka terhadap sejarah Indonesia menjadi semakin minim,” jelasnya.
Menurut Afandi, pemahaman sejarah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, nasionalisme, serta kecintaan generasi muda terhadap bangsa dan negara.
Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut turut dihadiri Lurah Tanjung Mulia Hilir Dedi Anggara, Kepala Lingkungan XII Erli Wahyuni, narasumber Ir. Harismi, tokoh agama Dani, serta masyarakat setempat yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
