MEDAN - Hiruk pikuk persoalan Proyek Rp.2.7 Triliun yang sempat heboh di dunia kontruksi, diharapkan mendapat angin segar setelah Pj. Gubernur Sumatera Utara Hassanudin melantik Mulyono. ST.M.Si, sebagai Kepala Dinas PUPR Sumut yang baru.
Harapan angin segar tersebut, saat Poskotasumut.id melakukan wawancara khusus kepada Mulyono, seusai acara pelantikan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan. Dalam perbincang tersebut, awak media poskotasumut.id, mencoba bertanya terkait Mega Proyek, seperti proyek Design & Build MYC Jalan Jembatan Provsu 2,7 Triliun. Dan, bagaimana kelanjutannya. Sebab. persoalan ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Mulyono sebagai Kadis PUPR yang baru dilantik.
Dengan wajah yang tenang dan senyum mempesona. Mulyono pun memberikan keterangan pers perdana kepada awak media. Ia mengatakan, yang utama dengan kehadiran proyek multi years ini baik itu Jalan dan Jembatan, dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat Sumatera Utara.
"Yang jelas, semua pekerjaan kita selesaikan, baik jalan maupun jembatan dengan melalui mekanisme-mekanisme yang berlaku. Dan, yang terpenting kehadiran proyek ini bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat Sumatera Utara."terangnya.
Mulyono juga menegaskan, dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan rapat dengan para KSO yang terlibat dengan mega proyek multy years ini. Dan, meminta laporan perkembangan yang sudah dilakukan.
Saat ditanya awak media, apa yang menjadi skala prioritas terkait proyek Rp.2,7 triliun, Mulyono menjelaskan, yang menjadi prioritas utama pihaknya, apa yang sudah dikerjakan dapat selesai dengan tepat waktu dan betul-betul selesai dengan mekanise baik dan benar.
Dengan perpanjangan yang diberikan 210 hari, Mulyono sekali lagi menegaskan akan melakukan kajian lagi. "Kasih kita waktu untuk menyelesaikan semua persoalan-persoalan yang ditimbulkan proyek Rp.2.7 triliun ini."tegasnya.
