-->

PT DPM Perkuat Ekonomi Warga Dairi, Gelar Pelatihan Pertukangan dan Usaha Kuliner bagi Masyarakat Lingkar Tambang

PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang melalui Progr

Editor: PoskotaSumut.id author photo


DAIRI
– PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kali ini, perusahaan menggelar dua program pelatihan keterampilan yang difokuskan pada pengembangan usaha pertukangan kayu serta pengolahan makanan bagi kelompok perempuan di Kabupaten Dairi.

Pelatihan yang berlangsung pada akhir Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang disusun berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat. Langkah ini dilakukan agar program pemberdayaan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan potensi ekonomi lokal dan mampu menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Tingkatkan Kompetensi Tukang Kayu Lokal

Pelatihan pertukangan kayu dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 12 peserta yang berasal dari empat desa lingkar tambang, yakni Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras.

Sebagian besar peserta telah memiliki kemampuan dasar di bidang pertukangan. Melalui pelatihan ini, mereka mendapatkan peningkatan kompetensi sekaligus wawasan baru mengenai pengembangan usaha mebel dan kerajinan kayu.

Untuk mendukung kualitas pelatihan, PT DPM bekerja sama dengan Toko Furnitur Dalihan Natolu Parongil yang menghadirkan praktisi pertukangan, Dayan, sebagai fasilitator.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan peluang usaha, penggunaan peralatan manual maupun elektrik, pemilihan jenis kayu, hingga teknik pembuatan berbagai produk seperti kursi, meja, lemari, kusen, kanopi, serta aneka kerajinan berbahan kayu.

Salah seorang peserta, Sahmin Bako dari Dusun Sopokomil, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat besar bagi dirinya maupun peserta lainnya.

"Sebelumnya kami hanya mengandalkan keterampilan dasar. Sekarang kami mendapat ilmu baru, bisa bertukar pengalaman dengan pelaku usaha yang sudah sukses, dan semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha pertukangan di desa," ujarnya.

Kelompok Perempuan Dibekali Keterampilan Usaha Kuliner

Selain pelatihan pertukangan, PT DPM juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan keripik dan kue basah pada 27–28 Juli 2026 yang diikuti 26 kelompok perempuan dari desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan.

Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Dairi sebagai mitra pelatihan.

Para peserta tidak hanya diajarkan teknik pembuatan berbagai produk makanan, seperti keripik singkong, keripik pisang, brownies, bolu tape, hingga kue tart, tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran, analisis pasar, pengemasan produk, dan tata kelola usaha agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan profesional.

Salah seorang peserta, Vivi Aprianti dari Desa Tungtung Batu, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami jadi memiliki keterampilan baru yang bisa dijadikan usaha rumahan untuk membantu menambah pendapatan keluarga. Terima kasih kepada PT DPM yang telah menghadirkan program sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.

Dorong Lahirnya Usaha Baru yang Berkelanjutan

Chief Legal and External Relations PT Dairi Prima Mineral, Radianto Arifin, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional tambang.

Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga diarahkan agar peserta memiliki kemampuan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.

"Inovasi CSR ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki keahlian praktis yang bernilai ekonomi. Kami berharap pelatihan ini mampu membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga," ujar Radianto.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman antara masyarakat dengan pelaku usaha lokal sehingga dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pasar.

Radianto menambahkan, pelatihan ini merupakan tahap awal dari program pembinaan kelompok usaha yang akan terus dikembangkan oleh PT DPM melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Melalui program tersebut, PT DPM berharap semakin banyak masyarakat di wilayah lingkar tambang yang mampu membangun usaha mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat perekonomian lokal secara berkelanjutan.

Share:
Komentar

Berita Terkini