Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yudha Pratiwi Setiawan,S.STP. M.SP, diwakili Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) Taman Budaya HM. Rasadi Nasution.SE.MSP, pada pembukaan Pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi Sumatera Utara tahun 2025, di Sarana/sanggar Outdoor Gedung Keong, Taman Budaya, Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis 15 Juli 2025.
"Mengawali sambutan ini, saya menyampaikan terima kasih tidak terhingga kepada komunitas atau kelompok seni yang ikut berpatisipasi dalam penampilan Tetabuhan atau Perkusi Sumatera Utara yang digelar di Gedung Keong ini. Kegiatan ini merupakan rangkaian program pengembangan kesenian tradisional pada UPTD Taman budaya Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung program Pemerintah Pusat dibidang Kebudayaan di Provinsi Sumatera Utara."ucapnya
Lanjutnya, kita hadir dan berkumpul bersama di sini tentunya terpanggil untuk mendapatkan kesempatan saling berbagi, belajar dan menginspirasi satu sama lain.
"Pada kesempatan ini, saya menggugah kita semua dapat menterjemahkan bahwasanya kegiatan ini bukan terkesan sekedar hiburan, akan tetapi lebih untuk kita jadikan sebagai media dan sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal, mempromosikan budaya daerah melalui pertunjukan kreasi -kreasi dari penampilan komunitas/kelompok seni yang tujuannya dapat memperluas pengenalan dapat mengetahui budaya etnik seni musik Tetabuhan atau Perkusi yang ada di Sumatera Utara."terang Yudha Pratiwi Setiawan,S.STP. M.SP, yang baru beberapa hari menjabat Kadis Budparekraf ini, langsung memberikan dukungannya dalam Kemajuan Kebudayaan dan Seni di Sumut.
Yuda (biasa disapa) ini juga menyampaikan, kegiatan seni Tetabuhan akan dilaksanakan mulai 15 s/d 17 Juli 2025 atau selama 3 hari kedepan, nantinya juga akan dilanjutkan dengan kegiatan pertunjukan kesenian budaya etnik lainnya secara bertahap.
"Saya berharap, melalui kegiatan pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi ini, sebagai opening dan dapat menjadi momentum dalam memperkuat sinergi antara Kebudyaan baik seni musik,tari, lukis, teater dan sastra di Sumatera Utara. Mari kita jadikan kegiatan ini menjadi ajang untuk berbagi inspirasi,pengetahuan dan pengalaman. Sehingga, kita dapat secara kontinu memelihara,melestarikan dan mengembangkan budaya etnik di wilayah Sumatera Utara. Yang tentunya, berbagai tantangan yang tidak sedikit kita dapatkan . Akan tetapi, kesemuanya pasti dapat diatasi dengan terbangunnya semangat kolaborasi sertai inovasi"ungkapnya.
Diakhir sambutanya Yuda mengajak semuanya untuk bersama-sama menyaksikan dan menikmati momen pertunjukan Tatabuhan ini, dengan penuh kegembiraan dan apresiasi terhadap keindahan seni perkusi.
Sebelumnya, Panitia Pelaksanaan Pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi, Kepala Seksi Pembinaan dan Pelatihan UPTD. Taman Budaya Febri Boang Manalu SSTP. M.Si menyampaikan, pelaksanaan program kegiatan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Eekonomi Kreatif Taman Budaya Sumatera Utara tahun anggaran 2025, adapun nama kegiatan ini adalah Pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi Sumut tahun 2025.
"Adapun peserta kegiatan pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi 2025 ini, diikuti oleh 7 komunitas guru yang mengeluarkan pelajar atau mahasiswa dan komunitas perkusi Sumatera Utara. Yang bertemakan "Gendang harmoni keberagaman". Waktu pelaksanaan kegiatan pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi ini, dilaksanakan pada hari ini, Selasa 15 Juli 2025 sampai dengan 17 Juli 2025. Tujuan pelaksanaan kegiatan, yang pertama memperkenalkan pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi, yang kedua menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap pertunjukan Tetabuhan atau Perkusi di Sumatera Utara yang ketiga upaya untuk menjaga memelihara dan melestarikan untuk pengembangan seni budaya Tetabuhan atau Perkusi di Sumatera Utara, yang keempat memberikan kesempatan kepada penggiat seni Tetabuhan atau Perkusi untuk menyajikan karya-karya seninya dan kelima, memberikan motivasi kepada seniman khususnya penggiat seni Tetambuhan atau Perkusi untuk lebih giat dalam berkaryaa dan hasil yang diharapkan, yang pertama perkembangan pertunjukan Tatabuhan atau Perkusi di Sumatera Utara tetap terjaga dam yang kedua, untuk wawasan dan kecintaan masyarakat luas terhadap seni dan Tetabuhan atau Perkusi semakin meningkat."terangnya
Sementara itu, Ketua Panitia Tetabuhan dan Perkusi Agsa Mulya, M.Sn, yang sampai saat ini aktif dan juga fokus pada kesenian Tetabuhan atau Perkusi.
Ia juga menjelaskan apa yang dimaksud dengan Tetabuhan atau Pekusi ialah alat musik pukul atau yang dimainkan dengan cara di pukul. Kalau di Sumatera Utara ada Gordang Sembilan, Begening dan Pakpong serta lainnya.
"Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih pada Dinas Budparekraf Sumut dalam hal ini UPTD Taman Budaya yang telah mersepon keluh kesah atau keinginan teman-teman seniman perkusi di Sumut. Sumut ini kaya dengan bermacam ragam. Sakin kayanya, berdasarkan hasil riset, alat musik perkusi terbesar (Gordang Sembilan) dari Tapanuli Selatan dan terkecil (Gendang Singanaki) dari Tanah Karo dan itu ada di Sumut. Artinya lanjut Agsa, Sumut adalah gerbang kesenian tradisi perkusi yang ada di Nusantara. Kita memiliki keragaman."terangnya.
Penyeleggaraan Tetambuhan atau Perkusi diawali dangan penampilan Komposisi Perkusi Urban oleh Gendang Kampung Perkusi, Kelompok Perkusi Pegunungan Mandailing oleh Komunitas Suara Sumatera dan Kelompok Perkusi Pegunungan Toba oleh Komunitas Tetabuhan Sumatera.