KARO - Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP membuka rapat event wisata “Festival Bunga & Buah Tanah Karo 2025” yang di gelar diAula Kantor Bupati, Jalan Letjen Jamin Ginting Kabanjahe, Kamis 3 Juli 2025.
Festival Bunga & Buah Tanah Karo 2025 yang akan diselenggarakan pada 31 Juli – 2 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Karo Paradise & Symphony” diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan UMKM serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi lokal.
Tema event wisata “Surga Karo & Simfoni”. “Karo” merujuk pada daerah atau suku Karo di Sumatera Utara, sementara “Paradise” berarti surga atau tempat yang indah dan menyenangkan, dan “Symphony” merujuk pada simfoni atau komposisi musik yang harmonis.
Selain itu, “Karo Paradise & Symphony” dipilih untuk menguatkan keunggulan sumber daya pertanian, khususnya komoditas hortikultura, seperti bunga, buah, dan sayur mayur.
Festival ini bertujuan untuk meningkatkan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Karo, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Karo melalui program “business matching” yang berujung pada ikatan kerjasama antara buyer dan distributor bunga, buah, dan sayur mayur.
Rapat tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Karo, OPD, camat, dan TP PKK Kabupaten Karo.Wakil Bupati meminta agar pelaksanaan festival ini dapat memberikan keunggulan atau naik kelas dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam hal manfaat langsung bagi masyarakat.
“Persiapan festival ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Karo dan membuka peluang kerjasama dengan kabupaten/kota tetangga,” ujar Komando Tarigan.
Festival Bunga dan Buah Karo telah menjadi event ikonik dan dinanti, serta tercatat dalam Calender Of Event Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI. Event ini diharapkan dapat menjadi sarana transaksional yang menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Untuk itu, jelas Wakil Bupati menekankan, pelaksanaanya harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.
Ia menilai, partisipasi aktif masyarakat melalui UMKM dan homestay merupakan dampak positif dari festival ini. Selain melestarikan tradisi, Festival Bunga dan Buah Karo Tahun ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan PAD Kabupaten Karo.
Ia mengharapkan, event wisata yang sudah membumi di Provinsi Sumatera Utara itu dapat memberi “multiplayer effect” atau dampak positif yang ganda dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Wabup Komando Tarigan menyebutkan keberadaan Festival Bubga dan Buah merupakan jawaban dari perkembangan kecenderungan pasar wisata yang orientasi pilihan wisatawan mengalami pergeseran pada pilihan-pilihan yang menyajikan keasrian wilayah, keunikan budaya dan keindahan alam.
“Dengan adanya event wisata ini produk wisata akan lebih bernuansa natural atau alami sesuai nilai-nilai budaya Karo sehingga dapat mengembangkan pariwisata berdampingan dengan kebudayaan tanpa merusak kebudayaan yang ada dan pada akhirnya event wisata ini memiliki peranan penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
“Berbagai acara yang akan dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Karo, seperti parade mobil hias dengan menonjolkan hasil alam Karo, melibatkan pemangku kepentingan maupun perusahaan, kreasi anak sekolah, hiburan rakyat, dan mengundang grup band nasional maupun melibatkan UMKM harus dikemas menarik dan profesional,” Wabup Komando Tarigan.( GO2 )