-->

Pemprov Sumut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2025, Inflasi Daerah Masih 3,39%

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 y

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara virtual di Sumut Smart Province, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (11/11/2025).

Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, ini diikuti oleh seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia bersama sejumlah kementerian terkait. Agenda tersebut memberi perhatian khusus bagi daerah dengan tingkat inflasi tinggi, sekaligus membahas langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga di lapangan.

Dalam arahannya, Tomsi menegaskan pentingnya kerja sama antardaerah, sidak ke pasar, dan operasi pasar murah sebagai strategi utama pengendalian inflasi.

“Upaya ini penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Inflasi yang terkendali menjaga daya beli masyarakat, mendukung iklim investasi, dan menstabilkan harga kebutuhan pokok,” ujar Tomsi.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melaporkan bahwa inflasi tahun kalender (year to date) Oktober 2025 berada di angka 2,10%, dipicu oleh kenaikan harga komoditas makanan, minuman, dan tembakau.

Pemerintah menargetkan inflasi nasional 2025 di kisaran 1,5%–3,5%. Hingga Oktober, empat provinsi tercatat melampaui batas atas target, yakni Sumatera Barat, Riau, Aceh, dan Sulawesi Tengah. Adapun Sumatera Utara mencatat inflasi 3,39% pada periode yang sama.

Meski begitu, Amalia menilai kondisi harga di Sumut mulai menunjukkan perbaikan.

“Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah di Sumut menurun, terutama untuk komoditas cabai merah, beras, dan bawang merah, dengan penurunan mencapai 3,49%,” ungkapnya.

Penurunan IPH tersebut terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Padanglawas, Tapanuli Selatan, Kota Tebingtinggi, Batubara, Tapanuli Utara, dan Kota Tanjungbalai.

Selain membahas inflasi, Rakor juga menyinggung pertumbuhan ekonomi nasional. Amalia melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2025 mencapai 5,04% (year on year), sementara Sumut tumbuh 4,55% pada periode yang sama.

Rakor di Sumut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta perwakilan dari Bulog, Bank Indonesia, dan perangkat daerah terkait lainnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini