SERDANG BEDAGAI -- Duka menyeruak diiringi pecahnya Isak tangis Keluarga dan Istri Almarhum Kopda (Anumerta) Rico Pramudia (31) sesaat jenazahnya tiba melalui Bandara Kuala Namu tadi malam di rumah orang tua almarhum di Dusun 7 Desa Dolok Menampang- kecamatan Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai,Selasa (28/4/2026).
Kepulangan Peti Jenazah berbalut Sang saka Merah Putih ini sejak dari Bandara, diiringi Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo bersama sejumlah pejabat TNI lainnya, serta rekan sejawat Almarhum di UNIFIL.
Ratusan Prajurit TNI, Polri dan masyarakat sekitar telah memadati rumah duka, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada putra bangsa yang gugur saat menjalankan tugas negara di luar negeri.
Almarhum akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Lubukpakam pagi ini,Rabu (29/4/2026), sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya.
Almarhum Praka Rico Pramudia meninggalkan seorang istri dan seorang putra yang masih balita,guna mengenang jasanya dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Kopral Dua (Kopda) Anumerta. Kopda (Anumerta) Rico Pramudia merupakan prajurit Kompi A Yonif 114/Satria Musara, Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda.
Almarhum mengabdikan diri sebagai prajurit TNI sejak tahun 2015. Ia gugur pada 24 April 2026 akibat serangan tank Israel di wilayah Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian PBB.
Jenazah Kopda Anumerta Rico Pramudia, prajurit TNI putra daerah Sergai diberangkatkan dari rumah duka menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Lubukpakam, Rabu (29/4/2026) pukul 07.30 WIB.
Prosesi pelepasan jenazah dilaksanakan di kediaman keluarga almarhum di Dusun 7 Desa Dolokmanampang, Kecamatan Dolokmasihul, dan dipimpin Kasdam I/Bukit Barisan BerigjenbTNI Deki Santoso bersama jajaran TNI.
Peti jenazah yang dibalut Bendera Merah Putih dibawa keluar dari rumah duka dengan pengawalan personel TNI. Tangis keluarga pecah saat jenazah diberangkatkan menuju lokasi pemakaman.
Tetangga dikampungnya mengenang sosok Praka Rico Pramudia sebelum masuk menjadi anggota TNI,hal ini diungkapkan oleh Nek Ngadinah (71) tetangga almarhum kepada media ini.
"Rico itu sejak sekolah rajin dan taat beribadah,sejak sekolah SMA hingga tamat dia membantu anak saya yang menjual jasa membuat pelaminan dan tenda dikampung ini. Kalau sore,dia ikut ngarit rumput untuk pakan Kambing atau Lembu. Pokoknya,gak ada waktu berleha-leha sama dia dalam hidup ini",kata Nek Ngadinah dengan sendu
Dari berbagai sumber diperoleh info,kalau sebelas tahun yang lalu tepatnya tahun 2915 almarhum berangkat ke Aceh untuk menjalani test masuk sebagai Tamtama TNI. Dan sejak bertugas di jajaran TNI, karena jauhnya jarak Aceh dan Dolok Masihul serta banyaknya tugas negara yang harus dilaksanakan,jarang pulang ke kampung.
Almarhum mempersunting pujaan hatinya putri dari kabupaten Batubara, dan kini dikurniai putra berusia balita.
Praka Rico sebelumnya mengalami luka berat akibat pecahan Roket dan proyektilnya menembus badannya setelah menghantam Pos UNIFIL di Adchit Ak Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026 yang lalu
Korban menghembus nafas terakhir, setelah satu bulan menjalani perawatan di Rumah Saki Beirut - Lebanon.
Saat ini hanya duka yang tertinggal, mengenang sosok Putra Sergai sebagai Pahlawan Perdamaian Dunia yang berhasil ditorehkan oleh Praka (Anumerta) Rico Pramudia.
Sebagai bukti,ratusan papan bunga bahkan ada dari Menteri Pertahanan RI, Syafrie Syamsudin,Panglima TNI,Pangdam I/BB dan Pangdam Iskandar Muda serta ratusan pejabat TNI, Polri dan Pemerintah menghiasi halaman dan jalan di kampung kelahiran Praka (An) Rico Pramudia.
Selamat Jalan Pahlawan Kami Putra Serdang Bedagai,jasamu tetap akan kami kenang selalu...... ( biet ).
