-->

Menuju Medan Zero Waste: Saatnya Pemko Medan Serius Menangani Sampah Plastik

Lingkungan hidup Kota Medan hari ini membutuhkan perhatian yang lebih serius dan menyeluruh. Persoalan lingkungan tidak bisa lagi ditangani secara par

Editor: PoskotaSumut.id author photo


Oleh: Wibi Nugraha

Lingkungan hidup Kota Medan hari ini membutuhkan perhatian yang lebih serius dan menyeluruh. Persoalan lingkungan tidak bisa lagi ditangani secara parsial, apalagi hanya bersifat seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana Pemerintah Kota Medan mampu bersinergi dengan seluruh pihak masyarakat, komunitas, relawan, hingga media untuk menjaga ekosistem kota secara berkelanjutan.

Salah satu fokus utama yang tidak boleh diabaikan adalah sungai-sungai yang melintasi kecamatan-kecamatan di Kota Medan. Sungai seharusnya menjadi sumber kehidupan, bukan tempat pembuangan akhir sampah. Persoalan sampah yang mengendap di aliran sungai serta berkurangnya pepohonan di bantaran sungai menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan keselamatan warga.

Pepohonan yang tumbang harus segera ditanami kembali. Pohon-pohon yang rusak perlu diganti dengan yang baru. Upaya ini bukan hanya soal estetika kota, tetapi tentang menjaga keseimbangan alam dan mengurangi risiko bencana. Namun, semua itu tidak akan berhasil tanpa kepedulian dan kerja sama antara masyarakat dan Pemerintah Kota Medan. Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab bersama.

Di beberapa wilayah, upaya menjaga kebersihan sudah menunjukkan hasil yang positif. Peran camat dan lurah sangat menentukan. Ketika pemimpin wilayah hadir dan tegas, kebersihan lingkungan bisa terjaga dengan baik. Namun kondisi ini tentu tidak bisa dijadikan patokan untuk seluruh wilayah Kota Medan. Masih ada kawasan lain yang membutuhkan perhatian dan pengawasan lebih intensif.

Persoalan yang paling mendesak saat ini adalah sampah plastik. Sampah jenis ini mendominasi tempat pembuangan akhir dan sulit terurai. Dalam beberapa kunjungan ke TPA, saya menyaksikan langsung bagaimana sampah plastik menjadi konsumsi satwa ternak dan satwa liar. Kerbau, lutung, hingga kambing terlihat memakan plastik karena tidak ada lagi sumber makanan alami. Ini bukan hanya memprihatinkan, tetapi juga berbahaya bagi ekosistem dan kesehatan manusia.

Sampah plastik tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Diperlukan kebijakan yang tegas dan terukur. Pemerintah Kota Medan dapat belajar dari daerah lain seperti Bali yang mulai membatasi penggunaan kantong plastik. Kebijakan semacam ini harus diiringi dengan sosialisasi masif kepada masyarakat, baik melalui relawan, media massa, maupun edukasi langsung ke lingkungan warga.

Saya meyakini bahwa sampah plastik bukan sekadar masalah, tetapi juga peluang. Jika dikelola dengan baik, sampah plastik bisa diolah menjadi produk bernilai guna. Yang dibutuhkan adalah keseriusan, inovasi, dan keberanian mengambil keputusan.

Harapan saya kepada Wali Kota Medan adalah lahirnya formula khusus dan kebijakan yang progresif dalam menangani sampah plastik. Dengan langkah yang tepat, Kota Medan bukan hanya bisa menjadi kota yang bersih, tetapi juga mampu bergerak menuju cita-cita besar: Medan sebagai kota zero waste.

Prestasi yang perna diraih Wibi Nugraha:

2017 juara 1 konservasi Deli Serdang, 2018 juara 1 konservasi Sumatera Utara BBKSDA sumut, 2019 juara terbaik 1 nasional wana lestari kategori kader konservasi alam, 2023 penghargaan mitra terbaik KLHK rehabilitasi mangrove, 2024 penerima penghargaan nomine Nasional kalpataru kategori Perintis lingkungan

Share:
Komentar

Berita Terkini