-->

Rico Waas Minta Gedung Bertingkat di Medan Miliki Sistem Evakuasi yang Layak

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya kesiapan sistem evakuasi di gedung-gedung bertingkat

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya kesiapan sistem evakuasi di gedung-gedung bertingkat, sekaligus melarang keras penyalahgunaan gang kebakaran untuk aktivitas di luar peruntukannya.

Penegasan tersebut disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 dalam rangka peningkatan ketangguhan bencana, pengendalian banjir, dan kesiapsiagaan kota, Rabu (14/1/2026), di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.

Rapat kerja ini diikuti Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Ferri Ichsan, Inspektur Erfin Fahrurrazi, serta para kepala dinas dan badan di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Dalam arahannya, Rico Waas menekankan bahwa seiring meningkatnya jumlah gedung bertingkat di Kota Medan, jalur penyelamatan harus tersedia dan berfungsi optimal. Ia mengingatkan agar gang kebakaran tidak disalahgunakan, seperti dijadikan lokasi berjualan, karena dapat menghambat proses evakuasi dan penyelamatan saat terjadi kebakaran.

Selain akses evakuasi, perhatian juga diarahkan pada kondisi instalasi listrik, terutama kabel-kabel lama yang berpotensi memicu kebakaran. Berdasarkan data tahun 2025, angka kejadian kebakaran di Kota Medan tergolong tinggi, bahkan pada salah satu bulan terjadi lonjakan signifikan.

Menurut Rico, upaya pencegahan kebakaran tidak cukup hanya dengan memperkuat peralatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Edukasi kepada masyarakat juga harus terus ditingkatkan, mulai dari kebiasaan sederhana seperti tidak meninggalkan kompor dalam kondisi menyala saat tidur hingga memastikan peralatan listrik tidak digunakan tanpa pengawasan dalam waktu lama.

Ia menilai pemahaman masyarakat terkait langkah-langkah penyelamatan saat kebakaran, termasuk cara evakuasi yang benar, masih perlu ditingkatkan. Kesadaran akan bahaya kebakaran harus dibangun sejak dini, bukan hanya muncul setelah peristiwa terjadi, agar menjadi kewaspadaan bersama tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan.

Pada kesempatan itu, Rico Waas juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat Damkarmat, baik dari sisi peralatan maupun kelembagaan, termasuk percepatan pembentukan UPT-UPT baru. Evaluasi kebutuhan diminta dilakukan dengan berkaca pada pengalaman penanganan bencana besar pada 27 November lalu.

Ia menjelaskan, tugas Damkarmat tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai misi penyelamatan pada bencana lain seperti banjir, puting beliung, hingga gempa bumi. Secara umum, peralatan yang ada masih dapat digunakan lintas kondisi, namun pembaruan dan peningkatan kapasitas personel tetap diperlukan dengan pola kerja yang saling menguatkan bersama BPBD.

Rico Waas juga menyampaikan apresiasi kepada Damkarmat atas keterlibatannya dalam membantu penanganan bencana di Aceh Tamiang yang mendapat perhatian langsung dari Menteri Dalam Negeri. Hal tersebut dinilai mencerminkan kesiapan Damkarmat dalam memberikan bantuan lintas daerah.

Seiring diberlakukannya peraturan daerah yang baru, pemeriksaan bangunan kini dapat dilakukan, termasuk pengecekan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada gedung usaha dan bangunan berisiko tinggi. Standarisasi sistem evakuasi antara Damkarmat dan BPBD dinilai penting untuk memastikan kesiapsiagaan pengelola maupun pengunjung gedung.

“Masih banyak pengunjung gedung yang belum mengetahui lokasi tangga darurat. Karena itu, perlu kejelasan rambu serta pengumuman berkala melalui pengeras suara agar jalur evakuasi mudah dikenali,” ujar Rico.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman menambahkan, Damkarmat perlu mengantisipasi bertambahnya bangunan tinggi di Kota Medan dengan pengadaan mobil tangga setinggi 100 meter. Usulan tersebut diharapkan dapat diajukan pada Perubahan APBD sebagai langkah antisipasi untuk menekan risiko korban jiwa.

Share:
Komentar

Berita Terkini