SERDANG BEDAGAI --- Entah dikira mungkin hari libur "kejepit" tetapi Pelayanan yang diberikan Perusahaan Listrik Negara ( PLN) salah satu BUMN yang harusnya maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat,sebagai penyumbang pajak terbesar bagi kelangsungan BUMN tersebut malah diabaikan.
Hal ini dikeluhkan oleh Pengusaha Kilang Padi Tani Jaya,Effendi (30) yang merupakan anak dari Afner yang akrab disapa Meneer yang berada di Desa Lubuk Dendang kecamatan Perbaungan, kepada media ini menga barkan melalui WhatsApp,Selasa ( 17/2/2026) pagi.
Menurut Effendi kerusakan atau putusnya aliran listrik terjadi pada hari Senin (16/2/2026) sekitar pukul 05.30 wib atau waktu shubuh.
"Karena saat ini musim panen padi,saat itu pekerja yang sedang menggiling padi terkejut karena tiba-tiba arus listrik padam. Apalagi ada padi yang saat itu sedang ada didalam browlier dan mesin penggilingan, akibatnya padi yang jumlahnya cukup banyak itu diperkirakan rusak dan tidak layak untuk dijual lagi. Kalau dihitung, diperkirakan puluhan juta dan hingga berita ini dikirim,aliran listrik ke Kilang padi masih belum menyala. Kami hanya menduga,kalau kerusakan terjadi di Travo atau diluar instalasi listrik milik kami. Karena kalau didalam instalasi sudah kami periksa dan ternyata tidak ada yang korsleting. Kejadian ini ketika itu juga kami laporkan ke Petugas Piket PLN Ranting Perbaungan",jelas Fendi.
Selanjutnya,kata Fendi lagi tak lama datang seorang Petugas PLN Ranting Perbaungan,bernama Maman dan melakukan pemeriksaan atas terjadi putusnya aliran listrik ke Kilang Padi Tani Jaya.
Melihat kondisi tersebut,petugas PLN yang bernama Maman tersebut mengatakan,kalau alat yang rusak itu tidak ada tersedia atau tidak ada stok di PLN Ranting Perbaungan,harus dicari atau dibeli dulu diluar",ucap Maman kepada Fendi menjelaskan.
Nyatanya,sudah lebih sehari semalam atau 24 jam,pihak PLN belum juga datang memperbaiki.
"Artinya,Pekerja yang sudah siap melaku kan penggilingan padi,tidak bisa bekerja untuk mengeluarkan padi yang masih didalam browlier atau bak penggilingan.
Sebagai pengusaha, Fendi sangat kecewa dengan kinerja PLN Ranting Perbaungan, mana mungkin PLN perusahaan milik negara stock barang gak ada.
"PLN ini perusahaan milik negara, masak stock barang gak ada, bagimana kalau trafo listrik ditempat pemukiman warga yang rusak mereka cepat merespon dan memperbaikinya," cetusnya.
Marwan (50) salah seorang pelanggan atau agen Beras dari Pagurawan,Kabu paten Batubara yang hendak membeli beras di Kilang tersebut dilokasi mengatakan,"jelas kami kecewa berat dengan kinerja PLN Perbaungan ini,kali datang dari luar daerah sebagai pelanggan tetap untuk membeli beras di Kilang ini. Saat ini didaerah kami,apa lagi bulan Puasa tinggal beberapa hari lagi dan kami harus punya stok beras. Terpaksa kami menunggu sejak semalam,kalau hari ini tak juga siap berapa pengeluaran yang kami keluarkan",ungkap Marwan kesal.
Guna mengkonfirmasi hal ini,Krismanto Kepala Bagian Perawatan PLN Ranting Perbaungan saat dihubungi media ini melalui WhatsApp,Selasa (17/2/2026) membenarkan kejadian ini.
"Hasil pemeriksaan kami,yang rusak itu bukan trafonya tapi ada korsleting didalam sambungan kabel bawah tanah dari trafo ke instalasi Kilang padi. Betul, semalam sudah kami cari materialnya dan pagi ini petugas kami akan datang memperbaikinya",kata Krismanto. ( biet )
