MEDAN – Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama lintas aktivis, insan media, serta santunan kepada anak yatim di sebuah kafe di Jalan STM Kanal, Medan, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka bagi berbagai elemen masyarakat sipil, aktivis sosial, serta perwakilan media untuk membahas kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia sekaligus memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga integritas di tengah masyarakat.
Koordinator KAMAK Azmi Hadli dalam sambutannya menegaskan bahwa perjuangan melawan korupsi tidak dapat hanya diserahkan kepada lembaga penegak hukum semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat luas.
Menurutnya, dialog publik ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara aktivis, masyarakat, dan media dalam mengawal isu-isu pemberantasan korupsi.
“Korupsi adalah musuh bersama bangsa. Karena itu, perlawanan terhadap korupsi tidak boleh berhenti hanya pada wacana. Kita harus membangun gerakan moral yang kuat dari masyarakat sipil, dari aktivis, dari media hingga generasi muda,” ujar Azmi Hadli.
Ia juga menekankan bahwa bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat nilai kejujuran, kepedulian sosial, dan integritas dalam kehidupan berbangsa.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kejujuran, kesabaran, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi fondasi dalam membangun bangsa yang bersih dari praktik korupsi. Jika moral masyarakat kuat, maka ruang bagi korupsi akan semakin sempit,” tambahnya.
Selain dialog publik, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial KAMAK kepada masyarakat yang membutuhkan.
Azmi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga gerakan antikorupsi semakin meluas dan mendapat dukungan publik yang lebih besar.
“KAMAK akan terus hadir sebagai ruang perjuangan masyarakat sipil untuk menyuarakan keadilan dan transparansi. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga Indonesia dari praktik korupsi yang merugikan rakyat,” tutupnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan hingga menjelang waktu berbuka puasa, sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan melawan korupsi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
