MEDAN — Pemerintah Kota Medan berkomitmen melakukan transformasi besar-besaran di kawasan Medan bagian Utara pada tahun anggaran 2026. Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir tersebut bahkan dijadikan prioritas utama guna menghapus kesan Medan Utara sebagai “anak tiri” pembangunan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kota Medan di Masjid Al Huda Medan Labuhan, Jalan Rawe IV, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (16/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir anggota DPRD Kota Medan H. Muslim, Saipul Bahri, dan Janses Simbolon, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah Pemko Medan, Ketua BKM Masjid Al Huda Effendi, penceramah Mahmud Yunus Daulay, serta Camat Medan Labuhan Elias Padang.
35 Persen Anggaran untuk Medan Utara
Rico Waas menjelaskan bahwa langkah konkret pemerintah diwujudkan melalui pengalokasian anggaran pembangunan sebesar 35 persen yang secara khusus diarahkan untuk pengembangan wilayah Medan bagian Utara.
Menurutnya, fokus utama pembangunan tahun ini adalah perbaikan infrastruktur jalan serta optimalisasi sistem drainase yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di kawasan tersebut.
“Kami mendengar aspirasi masyarakat melalui rekan-rekan di DPRD. Tahun ini kita fokus kerja ke Utara. Niat baik kami adalah memastikan warga di Medan Labuhan, Belawan, Medan Deli hingga Marelan merasakan kehadiran pembangunan yang setara,” ujar Rico di hadapan jamaah.
Masjid Jadi Pusat Pembinaan Anak Muda
Selain pembangunan fisik, Wali Kota juga menyoroti pentingnya peran masjid sebagai pusat solusi sosial di tengah masyarakat.
Ia meminta Badan Kemakmuran Masjid (BKM) untuk lebih aktif merangkul generasi muda agar tidak terjerumus dalam berbagai persoalan sosial seperti narkoba, tawuran, hingga judi online yang semakin marak.
Menurut Rico, masjid dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda, baik dari sisi spiritual maupun pemberdayaan ekonomi.
Salah satunya melalui program pelatihan keterampilan seperti barista dan pangkas rambut yang dapat dibiayai melalui dana pemberdayaan di tingkat kecamatan.
“Kita ingin anak-anak muda memiliki kegiatan positif. Jangan sampai mereka lebih banyak menghabiskan waktu di jalanan. Masjid harus menjadi wadah pembinaan, baik secara spiritual maupun ekonomi,” katanya.
Rico optimistis melalui kolaborasi antara pembangunan infrastruktur yang masif dan penguatan fungsi sosial masjid, kawasan Medan Utara akan mengalami peningkatan kualitas hidup yang signifikan dalam waktu dekat.
Bantuan untuk Masjid Al Huda
Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, Rico Tri Putra Bayu Waas juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada BKM Masjid Al Huda.
Bantuan tersebut antara lain hibah sebesar Rp50 juta untuk pembangunan masjid, bantuan sosial Rp10 juta beserta paket Ramadan, serta penyerahan akta pendirian koperasi masjid dan satu unit gerobak usaha.
Selain itu, Pemko Medan juga memberikan bantuan berupa 100 bibit cabai dan program budidaya ikan dalam ember, satu set tenis meja, rak buku, satu set buku dengan barcode e-book, serta santunan kepada 50 anak yatim piatu.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Medan juga menyediakan layanan kesehatan serta pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat setempat.
Di akhir sambutannya, Rico Waas mengingatkan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Tidak terasa kita sudah berada di penghujung Ramadan. Ada rasa sedih karena akan meninggalkan bulan suci ini, tetapi juga ada rasa bahagia menyambut Hari Raya Idulfitri. Mudah-mudahan setelah Ramadan ibadah kita semakin baik dan doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT,” tuturnya.
