-->

Polisi Temukan Bocah Fitri yang Dikabarkan Hanyut di Sungai Ular, Kasusnya Kini Diselidiki Polres Sergai

Personel Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Serdang Bedagai berhasil menemukan bocah perempuan bernama Fitri alias Botak (4), yang sebelumnya

Editor: PoskotaSumut.id author photo


SERDANG BEDAGAI – Personel Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Serdang Bedagai berhasil menemukan bocah perempuan bernama Fitri alias Botak (4), yang sebelumnya dikabarkan hanyut di Sungai Ular sekitar satu bulan lalu.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Desa Pulau Gambar Suriadi didampingi Kepala Dusun V Setiawan kepada awak media di halaman kantor Satreskrim Polres Sergai, Rabu (11/3/2026).

Suriadi menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang berhasil menemukan cucu dari almarhumah Irawati (60) tersebut. Diketahui, Irawati sebelumnya meninggal dunia dan diduga menjadi korban pembunuhan oleh tetangganya sendiri.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Sergai yang berhasil menemukan cucu dari almarhumah Nek Irawati. Sebelumnya bocah bernama Fitri yang akrab disapa Botak ini dikabarkan hanyut di Sungai Ular sekitar sebulan lalu,” ujar Suriadi.

Ia menjelaskan, saat Fitri dinyatakan hilang, aparat desa bersama ratusan warga sempat melakukan pencarian di sepanjang Sungai Ular. Bahkan warga meminta pengelola bendungan untuk menutup pintu air agar pencarian dapat dilakukan lebih maksimal.

“Hampir semalaman warga menyusuri sungai untuk mencari jasad Fitri. Namun karena warga desa lain juga membutuhkan air untuk persawahan, akhirnya pencarian di sungai dihentikan. Meski begitu, upaya pencarian di darat tetap dilakukan oleh warga bersama kakeknya, Pendi,” jelasnya.

Belakangan, kematian almarhumah Nek Irawati yang diduga akibat pembunuhan menambah kecurigaan warga terkait hilangnya Fitri yang sebelumnya disebut hanyut di sungai.

“Alhamdulillah, Fitri akhirnya ditemukan oleh personel Polres Sergai. Selama ini ia ternyata diasuh oleh orang tua angkat di Kota Medan. Untuk informasi lain seperti dugaan penjualan anak atau hal lainnya, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya,” kata Suriadi.

Ia juga menyebutkan bahwa selama berada di Medan, Fitri bahkan telah berganti nama menjadi Hafiza dan terlihat cukup akrab dengan orang tua angkatnya.

Tersangka Pembunuhan Diduga Coba Bunuh Diri

Sementara itu, saat awak media berada di sekitar Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Sergai, sempat terjadi insiden ketika seorang tahanan berinisial B (43) yang merupakan tersangka kasus pembunuhan diduga mencoba melakukan bunuh diri.

Tahanan tersebut diduga berusaha mengakhiri hidupnya dengan menjerat leher menggunakan tali yang terbuat dari karet pengikat rambut.

Petugas yang mendengar teriakan dari dalam sel segera membuka pintu tahanan dan mengamankan tersangka.

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, atas inisiatif KBO Reskrim Qory O Siregar, tersangka kemudian dibawa oleh Kanit Pidum Ika Panduwinata bersama personel ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman guna menjalani pemeriksaan medis.

Menanggapi kejadian tersebut, Suriadi menduga tersangka mengalami tekanan mental terkait perkembangan kasus yang sedang diselidiki polisi.

“Bisa jadi dia stres karena kasus ini semakin berkembang, apalagi terkait kematian Nek Irawati yang masih didalami polisi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa suami siri dari tersangka berinisial Z saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Z yang merupakan suami siri tersangka masih buron. Dari informasi yang ada, Z juga merupakan mantan menantu almarhumah Nek Irawati sekaligus ayah tiri dari Fitri. Kasus ini memang cukup rumit karena terkait hubungan keluarga,” kata Suriadi.

Sementara itu, ibu kandung Fitri diketahui sedang merantau dan bekerja di Malaysia.

Hingga saat ini, pihak Satreskrim Polres Sergai belum memberikan keterangan resmi secara lengkap karena masih fokus melakukan pengejaran terhadap tersangka Z yang melarikan diri saat sempat digerebek warga.

Share:
Komentar

Berita Terkini