MEDAN – Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Medan di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan terus dikejar. Dengan progres yang baru mencapai 28 persen, Pemerintah Kota Medan menekankan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung agar target penyelesaian tidak meleset.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat, Senin (30/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia juga menggelar pertemuan dengan Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara serta perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum.
Zakiyuddin menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas yang harus diselesaikan tepat waktu, sehingga seluruh pihak diminta bergerak cepat dan bekerja secara terkoordinasi.
“Kita sudah koordinasi, ini harus dipercepat karena ini tugas utama kita. Besok PU bersama camat dan lurah langsung turun untuk melihat kondisi drainase,” tegas Zakiyuddin Harahap.
Drainase dan Penerangan Jadi Sorotan Utama
Dalam peninjauan tersebut, Zakiyuddin menyoroti kondisi infrastruktur pendukung yang dinilai belum memadai, terutama drainase dan penerangan jalan di sekitar lokasi pembangunan.
Ia menilai, keberadaan jalan tanpa drainase yang layak tidak pantas berada di lingkungan pendidikan dan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Drainase harus segera dibuat. Tidak layak rasanya jalan di Kota Medan tanpa drainase. Begitu juga lampu penerangan harus segera dipasang,” ujarnya dengan nada tegas.
Selain itu, Zakiyuddin menginstruksikan agar seluruh pekerjaan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, seperti PDAM dan PLN, guna mencegah pekerjaan berulang yang selama ini kerap terjadi.
“Kita tidak mau lagi kejadian jalan sudah diaspal, kemudian dibongkar lagi untuk pasang pipa atau kabel. Ini makan biaya, makan waktu, dan hasilnya tidak rapi,” katanya.
Target Rampung Juni, Operasional Juli 2026
Sementara itu, perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Eva, menyebutkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Medan termasuk salah satu yang progresnya cukup signifikan secara nasional.
Saat ini, pembangunan telah mencapai 28 persen, dengan sebanyak 13 bangunan telah menyelesaikan struktur utama.
“Medan diharapkan menjadi tolok ukur secara nasional. Saat ini penutup atap sudah terpasang dan ini menjadi ikon pertama untuk Sekolah Rakyat,” ujar Eva.
Dengan sisa waktu sekitar 92 hari menuju target penyelesaian pada 30 Juni 2026, pihaknya optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Sekolah Rakyat Kota Medan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 30 Juli 2026.
Lingkungan Sekitar Masih Perlu Dibenahi
Meski progres pembangunan dinilai cukup baik, pihak pelaksana mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait kesiapan lingkungan pendukung di sekitar lokasi.
Infrastruktur dasar seperti drainase, jalan lingkungan, serta lampu penerangan disebut masih membutuhkan percepatan agar memenuhi standar kelayakan.
“Lingkungan sekitar masih perlu pembenahan. Drainase, jalan, hingga penerangan harus segera diselesaikan agar memenuhi syarat kelayakan,” ucap Eva.
Pemko Medan pun meminta seluruh pihak terkait segera menggelar rapat koordinasi lanjutan guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera rampung dan dimanfaatkan masyarakat.
