MEDAN – Cabang olahraga karate khususnya dari Dojo Wadokai di Kota Medan mengeluhkan minimnya perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan. Bahkan, atlet dari perguruan tersebut disebut tidak pernah dilibatkan dalam ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan.
Keluhan itu disampaikan langsung pengurus Wadokai saat bertemu dengan Sekretaris Fraksi PAN Perindo DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, di ruang Fraksi PAN Perindo DPRD Kota Medan, Senin (30/3/2026).
Menanggapi hal tersebut, Binsar meminta Dispora Kota Medan segera melakukan langkah konkret dengan menginventarisasi seluruh Dojo Wadokai yang tersebar di Kota Medan sebagai dasar pembinaan atlet.
“Dispora bersama para camat di Kota Medan kita minta supaya menginventarisasi Dojo Wadokai. Ini langkah awal untuk melakukan pembinaan dan perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap Cabor Wadokai,” tegas Binsar.
Dispora Diminta Segera Data Dojo dan Sarana Latihan
Menurut Binsar, inventarisasi tidak hanya mencatat jumlah dojo, tetapi juga harus mencakup sarana dan prasarana latihan serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki setiap dojo.
Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet Wadokai dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Ia berharap, dengan adanya perhatian lebih dari Dispora, potensi atlet Wadokai di Kota Medan dapat berkembang maksimal dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita berharap dengan adanya perhatian khusus Dispora Medan terhadap Cabor Wadokai maka potensi atlet dapat dikembangkan secara maksimal, pembinaan berjalan lebih terstruktur, dan prestasi olahraga dapat meningkat,” ujar anggota Komisi II DPRD Medan itu.
Pengurus Wadokai Sebut Tak Pernah Dilibatkan di Porkot
Dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengcab Wadokai Medan, Mula Eka Tamba, menyampaikan bahwa saat ini dojo Wadokai telah tersebar di seluruh kecamatan di Kota Medan dengan jumlah murid mencapai sekitar 1.000 orang.
Namun, menurutnya, keberadaan Wadokai selama ini kurang mendapat perhatian dari Dispora maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa atlet dari Dojo Wadokai tidak pernah dilibatkan dalam event olahraga tingkat kota, seperti Porkot Medan.
“Dojo Wadokai ada di semua kecamatan, tapi ketika ada event olahraga seperti Porkot Medan, atlet dari perguruan kami tidak pernah dilibatkan. KONI kecamatan harusnya melakukan seleksi secara terbuka dengan mengundang semua perguruan karate,” tegas Mula.
Minim Perhatian Dinilai Bisa Hambat Prestasi Atlet
Keluhan tersebut menjadi sinyal adanya potensi ketimpangan dalam pembinaan olahraga di Kota Medan, khususnya pada cabang karate.
Dengan jumlah Dojo yang tersebar di seluruh kecamatan dan ratusan atlet aktif, Wadokai dinilai memiliki potensi besar untuk menyumbang prestasi daerah jika mendapat dukungan pembinaan yang memadai.
Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Pengcab Wadokai Medan Edy Darwan, Bendahara Ridha Efrianata, serta Marhaum Tamba, yang menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian yang setara terhadap seluruh perguruan karate di Kota Medan.
