MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan secara resmi telah menyurati PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memohon pinjam pakai lahan dan aset di lokasi jembatan roboh di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia. Langkah ini dilakukan sebagai upaya percepatan pembangunan kembali jembatan yang menjadi akses vital masyarakat setempat.
Surat permohonan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai bentuk keseriusan Pemko Medan dalam menangani persoalan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Ferry Ichsan, Senin (20/4/2026), menegaskan bahwa penandatanganan surat oleh wali kota menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses pembangunan kembali jembatan tersebut.
“Pak Wali sudah menandatangani langsung surat ke PT KAI untuk memohon pinjam pakai lahan dan aset. Ini langkah penting agar pembangunan jembatan penyeberangan bagi masyarakat bisa segera direalisasikan,” ujar Ferry.
Koordinasi Teknis Segera Dilakukan
Menurut Ferry, setelah surat resmi disampaikan kepada pihak PT KAI, Pemko Medan akan segera melakukan rapat koordinasi teknis bersama instansi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan perkembangan proses pengajuan izin serta mematangkan langkah-langkah lanjutan yang diperlukan dalam pembangunan jembatan.
Pemko Medan, lanjutnya, sangat berharap pihak PT KAI dapat memberikan persetujuan atas permohonan pinjam pakai lahan tersebut. Hal ini mengingat jembatan yang roboh tersebut merupakan jalur penting yang selama ini digunakan masyarakat, termasuk para pelajar, untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap PT KAI dapat memberikan persetujuan agar pembangunan dapat segera dimulai,” tambahnya.
Persiapan Teknis Mulai Dilakukan
Sambil menunggu persetujuan prinsip dari PT KAI, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan juga mulai melakukan berbagai persiapan teknis.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah melakukan penilaian terhadap kondisi struktur pondasi jembatan yang masih tersisa. Penilaian ini dinilai penting untuk mengetahui kelayakan struktur yang ada sebagai dasar penyusunan perencanaan teknis pembangunan.
“Hasil penilaian itu nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan teknis, yang juga akan digunakan untuk pengajuan rekomendasi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera II,” jelas Ferry.
Ia menambahkan, rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai Sumatera II diperlukan karena lokasi jembatan berada di kawasan daerah aliran sungai. Oleh karena itu, setiap tahapan pembangunan harus memenuhi standar teknis dan aspek keselamatan yang telah ditetapkan.
TNI Siap Berikan Dukungan Pembangunan
Selain dukungan dari perangkat daerah, bantuan juga datang dari unsur TNI. Dalam peninjauan lapangan sebelumnya, pihak Kodim setempat menawarkan bantuan pembangunan jembatan menggunakan konstruksi yang pernah diterapkan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan kualitas konstruksi jembatan yang akan dibangun nantinya.
Akses Vital Warga Sempat Terputus
Diketahui, jembatan eks perlintasan kereta api yang merupakan peninggalan era kolonial tersebut roboh akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Peristiwa itu sempat memutus akses penting antarwilayah dan menyulitkan mobilitas warga di sekitar lokasi.
Sebelumnya, Wali Kota Medan telah meninjau langsung lokasi jembatan yang roboh dan menegaskan komitmen Pemko Medan untuk segera membangun kembali jembatan dengan desain yang lebih aman, kuat, dan modern.
“Yang paling utama saat ini adalah persetujuan dari PT KAI. Kalau itu sudah ada, kita bisa langsung bergerak,” tegas Ferry.
