SERDANG BEDAGAI – Peluncuran Musyawarah Cabang (Muscab) serentak Partai Persatuan Pembangunan se-Sumatera Utara yang dihadiri Ketua Umum Muhammad Mardiono justru diwarnai minimnya kehadiran kader, memunculkan sorotan terhadap soliditas internal partai berlambang Ka’bah tersebut.
Kegiatan yang digelar di Wisma Karina, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (3/5/2026), terlihat tidak dihadiri secara maksimal oleh struktur partai, bahkan dari tuan rumah sendiri.
Dari jajaran wilayah, hanya tampak Penjabat Ketua dan Sekretaris DPW PPP Sumut, serta dua perwakilan DPC yakni dari Kabupaten Batubara dan Langkat. Sementara dari DPC Sergai, kehadiran pengurus hanya terlihat sesaat sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Aula kegiatan yang cukup besar tampak lengang hingga akhirnya diramaikan oleh ratusan santri dari Pondok Pesantren Zakiyun Najjah yang datang ke lokasi.
Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Sergai dan personel Ditintelkam Polda Sumut, menyusul isu potensi aksi demonstrasi yang sebelumnya beredar.
Dalam sambutannya, Mardiono menegaskan pentingnya percepatan konsolidasi partai melalui Muscab serentak di seluruh Sumatera Utara, sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik mendatang.
“Waktu menuju agenda politik berikutnya semakin sempit. Tidak ada waktu lagi, seluruh struktur harus bergerak cepat,” tegasnya.
Ia juga menyebut pelaksanaan musyawarah di semua tingkatan merupakan amanat organisasi yang harus dijalankan, sekaligus menegaskan bahwa kepengurusan di tingkat pusat dan wilayah telah terbentuk.
Namun, di tengah dinamika internal partai, Mardiono mengibaratkan perbedaan sikap kader seperti dalam salat berjamaah.
“Kalau tidak suka imamnya, ya cari masjid lain. Tapi kalau ikut, harus mengikuti aturan yang ada,” ujarnya.
Terkait isu konflik internal yang mencuat pasca Muktamar PPP, Mardiono menilai hal tersebut hanya melibatkan segelintir pihak dan bukan representasi mayoritas kader.
“Itu bukan kader, cuma satu dua orang saja. Kader kita jutaan,” katanya.
Minimnya kehadiran kader dalam agenda penting seperti launching Muscab ini menjadi catatan tersendiri bagi soliditas PPP di Sumatera Utara. Di tengah target konsolidasi menghadapi agenda politik, tantangan internal partai masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.
