-->

Minyakita Langka di Sumut, Mahasiswa Demo PT Industri Nabati Lestari: Daerah Penghasil Sawit Justru Kekurangan

MEDAN – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di Sumatera Utara memicu gelombang protes mahasiswa. Aliansi yang terdiri dari GMKI Sumut

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di Sumatera Utara memicu gelombang protes mahasiswa. Aliansi yang terdiri dari GMKI Sumut dan KAMMI Sumut menggelar aksi demonstrasi di kantor PT Industri Nabati Lestari, Senin (4/5/2026).

Aksi yang berlangsung di Jalan Iskandar Muda, Kota Medan, tersebut menyoroti paradoks distribusi minyak goreng di daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar distribusi Minyakita diprioritaskan untuk masyarakat lokal, serta mendesak transparansi dari pemerintah dan perusahaan terkait alur distribusi.

Koordinator Wilayah GMKI Sumut, Chrisye Sitorus, menilai kondisi ini sebagai bentuk ketidakadilan yang tidak bisa dibiarkan.

“Sumatera Utara penghasil sawit, tapi justru mengalami kelangkaan minyak goreng bersubsidi. Ini paradoks. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan pasar,” tegasnya dalam orasi.

Ia juga mengungkap dugaan bahwa distribusi Minyakita lebih banyak dialihkan ke luar daerah, khususnya ke Pulau Jawa, sehingga masyarakat lokal kesulitan mendapatkan minyak dengan harga sesuai HET.

Senada, Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menyebut persoalan ini sebagai kegagalan dalam memastikan keadilan distribusi bagi masyarakat kecil.

“Yang paling terdampak adalah ibu rumah tangga, pedagang kecil, hingga buruh. Mereka terpaksa membeli dengan harga tinggi atau bahkan tidak mendapatkan sama sekali,” ujarnya.

Mahasiswa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan distribusi oleh pihak perusahaan dan meminta pemerintah turun tangan secara konkret, termasuk melakukan intervensi pasar.

Selain itu, mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan praktik mafia distribusi minyak goreng.

“Jika perlu, hentikan sementara pengiriman ke luar daerah sampai kebutuhan masyarakat Sumut terpenuhi,” tambah Irham.

Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. Namun, aliansi mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu ini dan siap kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

Share:
Komentar

Berita Terkini