MEDAN – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Medan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Ribuan buruh memadati Gedung Pardede Hall, Medan Baru, Jumat (1/5/2026), dalam suasana hangat yang dihadiri langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Tak sekadar menghadiri, Rico Waas bahkan turut menghibur para pekerja dengan bernyanyi bersama. Ia turun dari panggung dan berbaur langsung dengan buruh, menciptakan suasana akrab yang jarang terlihat dalam peringatan seremonial.
Selain itu, kegiatan May Day juga diisi dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan buruh, serta penarikan lucky draw dengan berbagai hadiah menarik seperti handphone, sepeda, hingga smart TV.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak, Dandim 0201/Medan Delli Yudha Adi Nurcahyo, serta unsur Forkopimda dan anggota DPRD Kota Medan.
Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa buruh merupakan elemen penting dalam pembangunan daerah.
“Buruh adalah denyut nadi ekonomi, kekuatan pembangunan, dan tonggak masa depan. Tanpa buruh, pembangunan hanyalah wacana belaka,” tegasnya disambut antusias para peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya kepastian kerja serta perlindungan hak-hak tenaga kerja. Menurutnya, Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi buruh, termasuk yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pusat.
Rico menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja harus terus diperkuat melalui dialog terbuka dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk konkret, Pemko Medan menyampaikan 10 poin komitmen strategis, mulai dari penguatan hubungan tripartit, pengawasan hak normatif pekerja, hingga upaya mewujudkan Upah Minimum Kota (UMK) yang lebih adil dan layak.
“Kami memahami aspirasi buruh dan akan terus mengawal agar kesejahteraan, kepastian kerja, serta perlindungan hak dapat terwujud secara nyata,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rico juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas kota dan memperjuangkan hak buruh secara bersama-sama.
“Kota ini bukan hanya milik pemerintah atau pengusaha, tapi milik para buruh dan seluruh masyarakat Medan. Mari kita perjuangkan hak-hak buruh demi Medan yang berkeadilan,” katanya, disambut teriakan “Hidup Buruh!” dari peserta.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, menyebut peringatan May Day bukan sekadar seremoni, melainkan ruang strategis memperkuat komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Dalam rangkaian kegiatan, perwakilan buruh juga membacakan pernyataan sikap yang diserahkan kepada Wali Kota Medan. Pemko Medan turut menyalurkan bantuan sosial berupa 1.100 paket sembako kepada para pekerja.
Peringatan May Day 2026 di Medan yang mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama” ini berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi refleksi komitmen bersama dalam mewujudkan kesejahteraan buruh di Kota Medan.
