MEDAN - Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dimanfaatkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk mengajak masyarakat memulai perubahan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan, tetapi juga sebagai upaya menjadi pribadi, keluarga, dan lingkungan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Lapangan Sejati Pratama, Kecamatan Medan Johor, Rabu (8/7/2026). Perayaan Tahun Baru Islam tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Mu'Arif Gusdriansyah, Juara I Qiraat Mujawwad Putra Provinsi Sumatera Utara 2026, dilanjutkan zikir bersama serta tausiah yang disampaikan Ustad Abdil Muhadir Ritonga.
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, Sekda Wiriya Alrahman, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan, para alim ulama, Ibu-ibu Pengajian dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Dijelaskan Rico Waas Semangat hijrah adalah semangat berubah. Yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik, yang sebelumnya kurang bermanfaat menjadi lebih bermanfaat. Artinya perubahan selalu diawali dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Karena itu, ia mengajak masyarakat memperkuat komunikasi antara suami dan istri, orang tua dengan anak, serta mengurangi kebiasaan yang membuat hubungan antar anggota keluarga semakin renggang.
"Mulailah dari hal-hal kecil. Peduli kepada keluarga, peduli kepada tetangga, menjaga kebersihan lingkungan, dan menjaga keamanan bersama. Kota ini milik kita semua sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk merawatnya," kata Rico Waas.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga mengaitkan semangat hijrah dengan Hari Ulang Tahun ke-436 Kota Medan yang diperingati pada Juli ini. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat bagi Pemko Medan untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Pemko Medan juga harus berhijrah menjadi lebih baik. Kalau ada pelayanan yang belum maksimal, harus diperbaiki. Jalan yang rusak diperbaiki, drainase dibenahi, pelayanan pendidikan dan kesehatan terus ditingkatkan. Jangan sampai waktu terus berjalan, tetapi pelayanan justru semakin buruk," tegas Rico Waas.
Rico Waas menilai momentum pergantian tahun dalam kalender Islam bukan sekadar pergantian waktu, melainkan pengingat untuk melakukan introspeksi dan memperkuat komitmen dalam memberikan manfaat bagi sesama.
Menutup sambutannya, Rico Waas mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus Hari Ulang Tahun ke-436 Kota Medan. Ia berharap Kota Medan terus berkembang menjadi kota yang maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta kehidupan sosial yang harmonis terus terjaga.
"Mudah-mudahan Kota Medan semakin maju, semakin sukses, masyarakatnya semakin sejahtera, keluarganya harmonis, anak-anaknya mendapatkan masa depan yang baik, dan kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Ahmad Barli Mulia Nasution, kegiatan ini dirancang sebagai momentum besar untuk syiar Islam, dakwah, sekaligus menggerakkan semangat perubahan bagi generasi muda dan masyarakat luas.
Dalam Tausiyahnya Ustad Abdil Muhadir Ritonga, mengajak masyarakat kota Medan khususnya umat muslim untuk menjaga keimanan dan akhlak anak-anak kita agar menjadi generasi masa depan yang berprestasi karena keimanannya. Selain itu Ustad Abdil juga mengajak umat muslim untuk meluangkan harta dan waktu yang kita punya untuk dijalan Allah SWT.
