-->

Wali Kota Medan Tinjau Lokasi Ledakan di Grand Polonia, Satu Korban Ditemukan, Dua Masih Dicari

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak meninjau langsung lokasi ledakan yang

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak meninjau langsung lokasi ledakan yang menghancurkan sebuah rumah di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Selasa (21/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas mengungkapkan bahwa tim gabungan telah menemukan satu korban, yakni istri pemilik rumah, pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Meski demikian, proses pencarian masih terus dilakukan terhadap dua korban lainnya yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

"Korban yang ditemukan tadi dini hari adalah istri pemilik rumah. Saat ini fokus kami bersama tim gabungan adalah mencari dua korban lainnya yang masih belum ditemukan," ujar Rico Waas.

Menurutnya, proses evakuasi menghadapi tantangan cukup berat karena kondisi bangunan mengalami kerusakan sangat parah akibat ledakan. Puing-puing bangunan harus disingkirkan secara bertahap agar tim penyelamat dapat bekerja dengan aman.

"Kondisi medannya cukup sulit. Bangunan hancur hampir di seluruh bagian sehingga tidak memungkinkan petugas langsung naik ke atas reruntuhan. Karena itu, puing-puing harus dibersihkan terlebih dahulu agar proses pencarian dapat dilakukan dengan aman dan maksimal," jelasnya.

Rico juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan dua korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan.

"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," ucapnya.

Terkait penyebab ledakan, Rico menyebut indikasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas. Namun, ia menegaskan hal tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian dan tim Laboratorium Forensik (Labfor).

"Indikasi awal memang mengarah pada kebocoran gas. Namun kami belum bisa menyimpulkan penyebab pastinya. Saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian. Nanti akan disampaikan secara resmi setelah seluruh proses penyelidikan selesai agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, Brimob, Basarnas, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta para relawan masih terus melakukan proses evakuasi dan pencarian korban di lokasi kejadian.

Sementara itu, kawasan sekitar rumah yang menjadi titik ledakan masih dipasangi garis polisi untuk mendukung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Share:
Komentar

Berita Terkini