-->

Citra Effendi Capah Serukan Orang Pakpak Berani Bersaing: “Jadilah Singa di Negeri Orang, Rendah Hati di Negeri Sendiri”

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Pakpak (DPP HIMPAK), Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, M.SP., menyerukan masyarakat Pakpak agar ber

Editor: PoskotaSumut.id author photo

Ketum DPP HIMPAK Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, M.SP.,

DAIRI - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Pakpak (DPP HIMPAK), Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, M.SP., menyerukan masyarakat Pakpak agar berani bersaing, tampil unggul, dan mengukir prestasi di perantauan tanpa kehilangan kerendahan hati di tanah kelahiran. Pesan tersebut disampaikannya dalam momentum Haul HIMPAK ke-28 di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Minggu (25/10/2026), melalui sebuah ungkapan filosofis: “Singa di Negeri Orang, Biarlah Kambing di Negeri Sendiri."

Ungkapan itu bukan sekadar petuah, melainkan pesan tentang karakter, mentalitas, dan cara masyarakat Pakpak menempatkan diri dalam kehidupan sosial. Citra Effendi Capah mengajak orang Pakpak untuk tidak merasa kecil ketika berhadapan dengan persaingan di luar daerah, tetapi juga tidak merasa paling hebat ketika berada di tengah saudara sendiri.

Menjadi singa di negeri orang berarti memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan, ketangguhan dalam persaingan, serta kemampuan membuktikan kualitas diri melalui karya dan prestasi. Masyarakat Pakpak didorong untuk tampil percaya diri, mengembangkan kompetensi, dan mengambil peluang di berbagai sektor kehidupan, mulai dari pemerintahan, politik, pendidikan, bisnis, pertanian, hingga profesi lainnya.

Sebaliknya, menjadi kambing di negeri sendiri mengandung pesan tentang pentingnya kerendahan hati, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap sesama. Di Tanoh Silima Suak, keberhasilan seseorang hendaknya tidak menjadi alasan untuk meninggikan diri, apalagi meremehkan saudara sendiri. Jabatan, kekayaan, dan pencapaian pribadi semestinya memperkuat tanggung jawab sosial, bukan menciptakan jarak di antara sesama orang Pakpak.

Pesan ini menjadi relevan di tengah tantangan masyarakat yang membutuhkan sumber daya manusia unggul sekaligus solidaritas sosial yang kuat. Sebab, kemajuan suatu komunitas tidak cukup dibangun melalui keberhasilan individu. Kemajuan juga membutuhkan kemampuan untuk saling mendukung, membuka kesempatan, dan menjadikan pencapaian seseorang sebagai inspirasi bagi orang lain.

Sejumlah tokoh Pakpak yang berhasil meniti karier di berbagai bidang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Di antaranya Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, M.SP.; Dr. MP Tumanggor; Bachtiar Revalana Ujung, S.E., M.M.; Brigjen Pol. Dr. Yade Setiawan Ujung, S.H., S.I.K., M.Si.; Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si.; H. Timur Tumanggor, S.Sos., M.AP.; Ir. Rezza Munawir Manik, S.T., M.T., M.M.G.; serta Kolonel TNI Dr. H. Sadikin Bintang, M.M. Kiprah para tokoh tersebut menunjukkan adanya potensi putra-putri Pakpak untuk berkontribusi dalam beragam bidang pengabdian.

Keberhasilan mereka seharusnya menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk berani memasang cita-cita tinggi. Anak-anak muda Pakpak perlu memperkuat pendidikan, keterampilan, kepemimpinan, dan jaringan profesional agar mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Asal-usul geografis bukanlah batas bagi seseorang untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas.

Namun, keberanian bersaing harus berjalan seiring dengan integritas dan kedewasaan. Persaingan yang sehat melahirkan prestasi, sedangkan persaingan yang dibebani ego dan keinginan untuk mengalahkan sesama justru berpotensi memicu konflik. Dalam konteks kehidupan masyarakat Pakpak, energi yang semestinya digunakan untuk membangun masa depan jangan sampai habis hanya untuk mempertajam perbedaan di antara saudara sendiri.

Jangan sampai berhasil di perantauan, tetapi kehilangan persaudaraan di kampung halaman. Filosofi yang disampaikan Citra Effendi Capah mengingatkan bahwa kesuksesan tidak seharusnya mengubah seseorang menjadi pribadi yang angkuh. Sebaliknya, semakin tinggi pencapaian seseorang, semakin besar pula kesempatan dan tanggung jawabnya untuk membantu orang lain berkembang.

Ketika seorang warga Pakpak berhasil menjadi pejabat, pengusaha, akademisi, profesional, atau tokoh nasional, keberhasilan tersebut se

Share:
Komentar

Berita Terkini