-->

Pesta Budaya Njuah-Njuah Dairi Belum Jelas, Anggota DPRD Sumut Pertanyakan Kesiapan Pemkab

Pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mulai menjadi sorotan. Agenda budaya tahunan yang selama ini identik dengan pera

Editor: PoskotaSumut.id author photo

Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI-P Alfriansya Ujung ST

DAIRI – Pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mulai menuai sorotan. Agenda budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Pakpak tersebut hingga menjelang akhir Oktober 2026 belum mendapat kepastian jadwal penyelenggaraan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dalam melaksanakan pesta budaya yang selama ini menjadi salah satu sarana pelestarian tradisi dan identitas masyarakat Pakpak.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Pesta Budaya Njuah-Njuah lazim digelar pada 25–30 September, menjelang peringatan hari jadi Kabupaten Dairi. Namun, perubahan jadwal yang terjadi belakangan ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, terlebih hingga kini belum ada kepastian mengenai pelaksanaannya tahun ini.

Sorotan terhadap ketidakjelasan tersebut turut disampaikan Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Alfriansyah Ujung, ST. Ia mempertanyakan mengapa agenda budaya yang dinilai penting bagi masyarakat Pakpak itu belum memiliki kepastian pelaksanaan hingga menjelang akhir Oktober.

Dengan nada kecewa, Alfriansyah mempertanyakan perencanaan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan erat dengan identitas dan warisan leluhur masyarakat Pakpak tersebut.

Menurutnya, pesta budaya yang telah menjadi agenda tahunan semestinya direncanakan secara matang sehingga waktu pelaksanaannya jelas dan dapat diketahui masyarakat sejak awal.

Ketidakpastian jadwal, lanjutnya, tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut karena kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan seremonial. Pesta Budaya Njuah-Njuah memiliki arti penting sebagai ruang pelestarian tradisi, penguatan identitas budaya Pakpak, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Dairi kepada masyarakat luas.

Karena itu, kejelasan agenda dan kesiapan penyelenggaraan menjadi hal penting agar kegiatan budaya tersebut tetap mendapat tempat di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ketidakjelasan pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah juga memunculkan pertanyaan mengenai perencanaan program kebudayaan di lingkungan Pemkab Dairi. Masyarakat tentu berharap agenda yang menjadi kebanggaan daerah itu mendapat perhatian serius dan tidak kehilangan makna akibat ketidakpastian penyelenggaraan.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Dairi, Iwan Taruna Berutu, belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp terkait kepastian pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah tahun 2026.

Dengan demikian, alasan perubahan jadwal maupun kepastian penyelenggaraan pesta budaya tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah daerah.

Masyarakat kini menantikan sikap dan penjelasan Pemkab Dairi, khususnya dinas yang membidangi kebudayaan, mengenai kelanjutan agenda tahunan tersebut.

Kepastian informasi dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah Pesta Budaya Njuah-Njuah masih akan digelar tahun ini atau mengalami penundaan.

Akankah Pesta Budaya Njuah-Njuah tetap terlaksana, atau justru terlewat tanpa kepastian? Pemerintah Kabupaten Dairi diharapkan segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan mengenai nasib salah satu agenda budaya penting masyarakat Pakpak.(capah)

Share:
Komentar

Berita Terkini