-->

Bidik Pasar Wisatawan Mancanegara, Disbudparekraf Sumut Andalkan Wisata Alam dan Kuliner BPK

Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara mulai memperkuat strategi pemasaran pariwisata dengan membidik pasar

Editor: PoskotaSumut.id author photo

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata: Dedi Arian Rizki Siregar, S.STP

MEDAN – Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara mulai memperkuat strategi pemasaran pariwisata dengan membidik pasar wisatawan mancanegara melalui pengembangan wisata alam minat khusus dan promosi kuliner khas daerah.

Selain pasar tradisional seperti Malaysia dan Singapura, Sumatera Utara juga berupaya menjajaki peluang pasar Timur Tengah, China hingga negara-negara Eropa.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata: Dedi Arian Rizki Siregar, S.STP, dalam konferensi pers bersama wartawan,Jumat (6/11/2026). di ruang Dekranasda Provsu kantor Gubernur Sumatera Utara.

Dedi mengungkapkan bahwa, wisatawan dari Timur Tengah sebenarnya memiliki potensi menjadi salah satu pasar pariwisata Sumatera Utara.

Hal itu terlihat ketika pihaknya pernah bekerja sama dengan penerbangan dari Dubai dan mengajak sejumlah peserta famtrip mengunjungi kawasan Danau Toba.

Namun, dari hasil kunjungan tersebut, ditemukan bahwa wisatawan Timur Tengah memiliki standar pelayanan dan produk wisata yang cukup tinggi. Sementara sejumlah fasilitas dan aktivitas wisata di Sumatera Utara dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

"Setelah kita bawa ke sana, ternyata mereka memiliki standar yang cukup tinggi. Sehingga beberapa produk wisata kita belum bisa memenuhi standar mereka, termasuk beberapa aktivitas yang mereka inginkan," ungkapnya dalam konferensi pers bersama awak media.

Menurutnya, saat ini pasar wisatawan mancanegara Sumatera Utara masih didominasi sejumlah negara seperti Malaysia dan Singapura. Sementara China juga mulai menunjukkan perkembangan dan menempati posisi ketiga sebagai negara asal wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara, disusul Belanda dan Jerman.

Wisata Alam Minat Khusus Jadi Andalan

Melihat perkembangan tren pariwisata dunia, Disbudparekraf Sumut menilai wisata alam dengan minat khusus memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

Pasalnya, Sumatera Utara memiliki kekayaan alam yang luar biasa, termasuk destinasi wisata yang berada di kawasan konservasi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Bukit Lawang dan Tangkahan di Kabupaten Langkat yang dikenal sebagai destinasi wisata alam dengan daya tarik orangutan Sumatera.

Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara melalui konsep ekowisata yang tetap mengedepankan kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan famtrip bersama sejumlah operator perjalanan wisata dari Malaysia, peserta menunjukkan ketertarikan terhadap keberadaan orangutan di Sumatera Utara.

Bahkan, sebagian peserta mengaku sebelumnya mengira orangutan hanya dapat ditemukan di Kalimantan.

"Ketika kita bawa mereka ke sana, mereka sangat antusias melihat orangutan. Mereka ternyata baru mengetahui bahwa Sumatera Utara juga memiliki potensi wisata seperti itu," jelasnya.

Karena itu, Disbudparekraf Sumut berharap pengembangan wisata alam minat khusus dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif pariwisata daerah.

Pemerintah provinsi juga mendorong pemerintah kabupaten/kota agar mengembangkan destinasi dengan memanfaatkan potensi alam masing-masing wilayah secara berkelanjutan.

Kuliner BPK Dilirik Wisatawan Asing

Selain wisata alam, Disbudparekraf Sumut juga mulai memperkenalkan kekayaan gastronomi atau wisata kuliner khas daerah sebagai daya tarik bagi wisatawan internasional.

Salah satu kuliner yang mendapat perhatian adalah Babi Panggang Karo (BPK), yang merupakan bagian dari kekayaan kuliner tradisional masyarakat Karo.

Menurut Dedi juga, gastronomi saat ini menjadi salah satu daya saing penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia, termasuk Sumatera Utara.

Dalam kegiatan famtrip yang bekerja sama dengan Scoot Airlines, pihaknya mengundang peserta dari Thailand dan China untuk mengenal berbagai potensi wisata dan kuliner khas Sumatera Utara.

Menariknya, para peserta tersebut ternyata sudah mengenal kuliner BPK dan bahkan menunjukkan ketertarikan untuk mencicipinya secara langsung.

Ketika diperkenalkan dengan berbagai pilihan makanan, sejumlah peserta justru menanyakan keberadaan kuliner khas tersebut.

"Ketika kita ajak makan ke tempat lain, mereka justru bertanya tentang makanan khas di sini. Mereka mengatakan ingin mencoba BPK. Setelah kita bawa ke tempatnya, ternyata mereka sangat tertarik dan menikmati cita rasanya," ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi sekaligus peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat promosi gastronomi Sumatera Utara ke pasar internasional.

Disbudparekraf Sumut berharap pengembangan wisata alam minat khusus dan promosi kuliner khas daerah dapat berjalan beriringan sehingga memberikan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi wisatawan mancanegara.

Dengan memanfaatkan keunikan alam, budaya dan gastronomi, Sumatera Utara diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.

Share:
Komentar

Berita Terkini