MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong pengakuan dunia terhadap kekayaan alam dan warisan budaya yang dimiliki daerah ini. Sejumlah kawasan bersejarah dan warisan budaya kini dipersiapkan untuk diusulkan mendapatkan pengakuan UNESCO.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara Terang Dewi Susanti Ujung SSTP,MPA di dampingi, Sekretaris Dinas: Ibnu Akbar, S.Sos, MM, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan: Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos, M.SP, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Ekonomi Kreatif: Adryanta Putra, SS, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata: Dedi Arian Rizki Siregar, S.STP, dalam konferensi pers bersama wartawan,Jumat (6/11/2026). di ruang Dekranasda Provsu kantor Gubernur Sumatera Utara.
Terang menjelaskan, salah satu potensi yang terus didorong adalah kawasan Kaldera Toba yang memiliki kekayaan alam dan geologi luar biasa.
Selain pengembangan kawasan geopark, pemerintah juga mempersiapkan sejumlah warisan budaya untuk mendapatkan pengakuan internasional, di antaranya lanskap budaya megalitik Nias Selatan dan kawasan percandian Padang Lawas.
Menurutnya, pengakuan internasional terhadap kekayaan alam dan budaya Sumatera Utara diharapkan dapat memperluas pengenalan daerah ini di tingkat dunia.
"Kita berharap dengan adanya tambahan warisan budaya yang mendapatkan pengakuan dunia, semakin banyak orang mengenal Sumatera Utara di mata dunia," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan situs cagar budaya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama mereka yang memiliki minat khusus terhadap sejarah, kebudayaan dan peninggalan leluhur.
Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ingin memperoleh pengetahuan serta melihat secara langsung warisan sejarah yang masih terpelihara hingga saat ini.
Karena itu, pelestarian cagar budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata agar kekayaan sejarah Sumatera Utara dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Akses Bukit Lawang dan Tangkahan Diperbaiki
Selain mendorong pengakuan internasional, Pemprov Sumut juga memberikan perhatian terhadap pembenahan infrastruktur menuju destinasi wisata unggulan.
Disbudparekraf Sumut telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait mengenai proses perbaikan jalan menuju kawasan Bukit Lawang dan Tangkahan.
Kedua destinasi yang berada di Kabupaten Langkat tersebut selama ini menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara, terutama pada periode Juli hingga September.
Perbaikan akses jalan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan.
"Kita berharap dengan kondisi jalan yang semakin baik, akses menuju destinasi wisata juga semakin mudah dan tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat," ungkapnya.
Ekonomi Kreatif Tunjukkan Potensi
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disbudparekraf Sumut juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk Indeks Pembangunan Kebudayaan, capaian tahun 2025 tercatat sebesar 55,5, sedangkan target tahun 2027 ditetapkan sebesar 56,52.
Sementara itu, rasio PDRB penyediaan akomodasi makan dan minum pada 2026 tercatat sebesar 2,34 dengan target 2,58 pada 2027.
Adapun proporsi PDRB ekonomi kreatif tercatat sebesar 8,55, sementara target 2027 ditetapkan sebesar 5,55.
Untuk kunjungan wisatawan mancanegara, realisasi hingga triwulan III 2026 mencapai 233.343 kunjungan. Angka tersebut setara 63,93 persen dari target tahunan sebesar 365.000 kunjungan.
Capaian tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus meningkatkan promosi, memperkuat destinasi dan memperbaiki infrastruktur pendukung pariwisata.
Perkuat Pendataan Seniman Sumut
Di bidang kebudayaan, Disbudparekraf Sumut juga tengah mendorong pendataan seniman secara menyeluruh melalui Taman Budaya Sumatera Utara.
Database tersebut nantinya menjadi sarana untuk memudahkan komunikasi, pembinaan dan pengembangan kegiatan kesenian, sekaligus mendorong regenerasi serta kaderisasi seniman kepada generasi muda.
Pemerintah juga mengajak seluruh seniman memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Taman Budaya, termasuk gedung dan peralatan kesenian yang telah disediakan.
Tahun ini, Taman Budaya Sumut juga memperoleh dana revitalisasi dari pemerintah pusat untuk pembangunan Hall C yang diharapkan menjadi ruang berekspresi dan berkegiatan bagi para seniman.
Sementara itu, realisasi fisik program Disbudparekraf Sumut hingga saat ini telah mencapai 77 persen. Untuk penyerapan anggaran, proses administrasi dan penyelesaian surat pertanggungjawaban (SPJ) masih berlangsung.
Pihaknya optimistis realisasi penyerapan anggaran dapat mencapai lebih dari 90 persen hingga akhir 2026, seiring sejumlah kegiatan yang masih berlangsung pada November dan Desember.
