MEDAN – Jumlah kunjungan wisman ke Sumut menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, jumlah wisman tercatat sebanyak 250.413 orang. Angka tersebut meningkat 16,80% pada 2025 menjadi 292.481 orang.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga mengalami pertumbuhan sekitar 16,8 persen dengan jumlah mencapai 233.343 kunjungan.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara Terang Dewi Susanti Ujung SSTP,MPA di dampingi, Sekretaris Dinas: Ibnu Akbar, S.Sos, MM, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan: Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos, M.SP, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Ekonomi Kreatif: Adryanta Putra, SS, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata: Dedi Arian Rizki Siregar, S.STP, dalam konferensi pers bersama wartawan,Jumat (6/11/2026). di ruang Dekranasda Provsu kantor Gubernur Sumatera Utara.
Dalam paparannya, Kepala Disbudparekraf Sumut Terang Dewi Susanti Ujung, SSTP, MPA. menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pariwisata di Sumatera Utara. Meski demikian, capaian kunjungan wisatawan mancanegara masih belum memenuhi target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Kita masih berharap dan bersama-sama berupaya agar tingkat kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara dapat terus meningkat," ujarnya.
Selain memaparkan perkembangan kunjungan wisatawan, Disbudparekraf Sumut juga menjelaskan progres pelaksanaan tujuh Program Strategis Daerah (PSD) yang menjadi tanggung jawab instansi tersebut sepanjang 2026.
Ketujuh program itu meliputi PSD 14 tentang pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, PSD 27 mengenai dukungan pengembangan destinasi pariwisata prioritas Danau Toba, PSD 28 tentang pengelolaan dan penataan kawasan Danau Kaldera, serta PSD 29 mengenai pembentukan dan pengembangan kawasan strategis budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif provinsi yang terintegrasi.
Selanjutnya, PSD 30 terkait pengembangan dan peningkatan pengelolaan situs cagar budaya Sumatera Utara, PSD 31 tentang pelaksanaan event internasional, pengembangan paket wisata dan digitalisasi promosi pariwisata global, serta PSD 49 mengenai festival seni dan budaya daerah.
Untuk pengembangan kawasan strategis budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif, Disbudparekraf Sumut telah menyusun lima kawasan melalui naskah akademik pada 2025.
Kelima kawasan tersebut yakni Tanjungpura, Langkat, Bukit Lawang dan Sembahe; kawasan Sibolga dan Pandan; kawasan Sipirok, Padangsidimpuan dan sekitarnya; kawasan Karo, Dairi dan Pakpak Bharat; serta kawasan Humbang, Bawomataluo, Simalungun dan Sorake.
Kawasan-kawasan tersebut nantinya diperkuat dengan keberadaan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional.
15 Warisan Budaya Tak Benda Ditetapkan
Di sektor kebudayaan, Sumatera Utara juga mencatat sejumlah capaian penting. Pada 2025, sebanyak 15 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Sumatera Utara telah memperoleh penetapan secara nasional.
Warisan budaya tersebut mencakup tradisi dan ekspresi lisan, ritus dan perayaan, seni pertunjukan, serta kemahiran dan kerajinan tradisional.
Beberapa di antaranya adalah Bahasa Pesisir, Palopa Sabu, Onang-onang, Tortor Mangusur Nauli, Tari Kiso Suri, serta berbagai produk dan keterampilan tradisional khas daerah.
Sementara pada 2026, sebanyak sembilan cagar budaya telah memperoleh penetapan peringkat nasional dan 17 cagar budaya ditetapkan pada peringkat provinsi.
Dengan penambahan tersebut, penguatan pendataan dan perlindungan warisan budaya di Sumatera Utara terus dilakukan.
Untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi mengenai situs-situs bersejarah dan cagar budaya, Disbudparekraf Sumut juga menyediakan aplikasi Sigarda yang memuat informasi mengenai kekayaan warisan budaya daerah.
Tidak hanya itu, Sumatera Utara juga tengah mempersiapkan pengajuan sejumlah warisan budaya ke UNESCO.
Di antaranya Megalithic Cultural Landscape of South Nias, kawasan Bawomataluo, serta kawasan percandian Padang Lawas yang mencakup kompleks Candi Bahal.
Proses tersebut telah memasuki tahapan penyusunan dokumen, workshop dan penilaian awal bersama para peneliti serta pihak terkait.
Dorong Event dan Destinasi Wisata
Pada bidang pengembangan destinasi dan ekonomi kreatif, Disbudparekraf Sumut juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan di berbagai kabupaten/kota.
Di antaranya pemasangan signage atau penunjuk arah di kawasan wisata Samosir, pemberian enam unit perahu karet untuk mendukung kesiapan sarana wisata air di Labuhanbatu dan Asahan, serta pelaksanaan kegiatan festival di sejumlah daerah.
Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi kegiatan pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata bagi 60 peserta di kawasan Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, dan Simalungun.
Sementara di bidang pemasaran pariwisata, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, antara lain peluncuran Calendar of Events 2026, partisipasi dalam Indonesian Fashion Week di Jakarta, serta pelaksanaan Trail of The Kings by UTMB pada Juni 2026.
Disbudparekraf Sumut juga melaksanakan famtrip dengan mengundang sejumlah tamu dari luar negeri untuk memperkenalkan destinasi wisata di berbagai daerah di Sumatera Utara.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat menjadi mitra promosi yang turut memperkenalkan potensi pariwisata Sumatera Utara kepada wisatawan internasional.
Promosi pariwisata juga dilakukan melalui partisipasi dalam ajang World Travel Market (WTM) di London, Inggris, yang melibatkan delapan kabupaten/kota di kawasan Danau Toba.
Di sisi lain, dukungan terhadap penyelenggaraan event budaya daerah juga terus diperkuat. Sejumlah kegiatan yang masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Event tersebut di antaranya Gelar Melayu Serumpun di Kota Medan, Samosir Music International di Kabupaten Samosir, Gebyar Batubara Tanjak, Maninggul Fest di Labuhanbatu Selatan, Berlabuh di Deli Serdang, serta Festival Bunga dan Buah di Kabupaten Karo.
Pada tahapan seleksi berikutnya, terdapat tujuh event dari Sumatera Utara yang mengikuti proses wawancara kedua, termasuk Pesta Omak dari Tapanuli Selatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap semakin banyak kegiatan seni, budaya dan festival daerah yang masuk dalam kalender event nasional sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan.
Disbudparekraf Sumut juga terus mengembangkan aktivitas seni dan budaya melalui Taman Budaya Sumatera Utara, antara lain dengan menggelar pelatihan seni musik, teater, sastra, film dan seni rupa.
Berbagai program tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pembangunan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumatera Utara.
