-->

Rawat 7.218 Koleksi, Disbudparekraf Sumut Jadikan Museum sebagai Pusat Edukasi dan Ekonomi Kreatif

Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara terus memperkuat fungsi museum bukan hanya sebagai tempat penyimpanan

Editor: PoskotaSumut.id author photo

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara Terang Dewi Susanti Ujung SSTP,MPA

MEDAN – Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara terus memperkuat fungsi museum bukan hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga pusat edukasi, pelestarian budaya, hingga pengembangan kreativitas masyarakat.

Saat ini, terdapat sebanyak 7.218 koleksi yang tersimpan di museum dan membutuhkan perawatan serta konservasi secara berkelanjutan agar tetap terpelihara dengan baik.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara Terang Dewi Susanti Ujung SSTP,MPA di dampingi, Sekretaris Dinas: Ibnu Akbar, S.Sos, MM, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan: Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos, M.SP, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Ekonomi Kreatif: Adryanta Putra, SS, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata: Dedi Arian Rizki Siregar, S.STP, dalam konferensi pers bersama wartawan,Jumat (6/11/2026). di ruang Dekranasda Provsu kantor Gubernur Sumatera Utara.

Terang menjelaskan bahwa, pengelolaan museum dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar, mahasiswa hingga komunitas kebudayaan.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah kegiatan belajar bersama di museum dengan mengangkat tema-tema khusus sesuai kekayaan budaya Sumatera Utara.

Dalam kegiatan terakhir, misalnya, museum mengangkat tema mengenal, membuat dan memainkan suling tradisional.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai alat musik tradisional, tetapi juga diperkenalkan secara langsung dengan proses pembuatannya hingga cara memainkan suling.

"Kita mengundang narasumber untuk mempraktikkan bagaimana membuat suling di museum, kemudian bagaimana menggunakannya. Jadi, ini menjadi pembelajaran bagi siswa-siswi kita agar mengenal dan mampu membuatnya," jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki potensi ekonomi. Sebab, apabila hasil kerajinan suling tradisional memenuhi standar kualitas, produk tersebut dapat dipasarkan sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Selain pengenalan alat musik tradisional, museum juga menggelar kegiatan edukasi mengenai kebudayaan Melayu, termasuk memperkenalkan alat musik, tarian dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.

Program tersebut terbuka bagi pelajar, mahasiswa maupun komunitas yang ingin mempelajari kekayaan budaya daerah.

Di sisi lain, konservasi koleksi museum menjadi perhatian penting. Sebanyak 7.218 koleksi yang dimiliki harus mendapatkan perawatan secara berkala agar nilai sejarah dan keasliannya tetap terjaga.

Disbudparekraf Sumut juga berharap kegiatan edukasi dan peningkatan kualitas pelayanan museum dapat mendorong semakin banyak masyarakat berkunjung.

Selain menjalankan fungsi pendidikan dan pelestarian budaya, peningkatan kunjungan diharapkan turut memberikan kontribusi melalui retribusi museum bagi pendapatan daerah.

"Memang mungkin nilainya kecil, tetapi harapan kami target yang sudah ditetapkan juga bisa tercapai melalui berbagai upaya yang dilakukan tim museum," ungkapnya.

Festival Kebudayaan Libatkan 33 Kabupaten/Kota

Sementara itu, untuk agenda kebudayaan hingga akhir 2026, Disbudparekraf Sumut telah mempersiapkan sejumlah kegiatan, salah satunya Festival Kebudayaan yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 November 2026 di Lapangan Asoka.

Festival tersebut direncanakan melibatkan 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara untuk menampilkan dan memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing daerah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal keberagaman tradisi, kesenian dan identitas budaya yang dimiliki Sumatera Utara.

Selain Festival Kebudayaan, Disbudparekraf Sumut juga merencanakan kegiatan Showstation Beauty serta sejumlah agenda lainnya yang akan dilaksanakan sepanjang November dan Desember 2026.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat pelestarian kebudayaan sekaligus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai potensi pembangunan daerah.

Share:
Komentar

Berita Terkini