-->

Menteri BUMN Erick Thohir Diminta Evaluasi Dirut PT. Kinra

Aktivitas Pekerja bongkar muat yang beroperasi di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei mangkei

Editor: PoskotaSumut.id author photo


SIMALUNGN - Aktivitas Pekerja bongkar muat yang beroperasi di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei beberapa bulan terakhir kembali menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten Simalungun. 

Pasal nya di kawasan industri yang merupakan Objek Vital Nasional seharusnya segala aktivitas, kegiatan aman dan seteril dari hal hal yang berbauh negatip. 

PT. Kinra yang ditunjuk oleh kementerian Badan Usaha Milik Negara(BUMN) Sebagai penanggung jawab KEK Sei mangkei seharusnya konsisten dalam menerapkan aturan sesuai dengan SOP. 

Perusahaan,khusus nya dalam menjalin kemitraan terhadap para pekerja bongkar muat,sehingga tidak memicu terjadi nya pertikain berbagai pihak. 

Saat ini terjadi kemelut dan pergesekan pekerja bongkar muat di KEK Sei. Mangkei,namun info yg digali awak media, justru Serikat Pekerja yang diduga ilegal yang direspon oleh pihak perusahaan. 

Syaril SH,dari DPC-Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Kabupaten Simalungun ketika diwawancarai oleh awak media, Sabtu 01/07/2023,dikota Pematang Siantar,menyampaikan. 

"Bang nama saya Syaril, Sekretaris  DPC SPTI Kabupaten Simalungun priode 2023-2028 ketua saya Irawadi.  Disini kami binggung bang, dengan Dinas Tenaga Kerja kabupaten Simalungun,

Administrator dan perusahaan-perusahaan di KEK.Sei mangkei, kenapa mereka tetap bersikukuh mau menjalin kerja sama dengan serikat pekerja bongkar muat yang legalitasnya tidak jelas sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku di negara ini,"ucap Syahril.

"Serikat pekerja bongkar mat mereka sudak kita cek, tidak memiliki surat dari Dirjen PHI Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan tidak tercatat di dinas Tenaga kerja Simalungun,"tegasnya.

Menurutnya, perbedaan dengan DPC-SPTI kami yang memiliki dokumen lengkap dari Kemenhumkam dari Dirjen PHI dan tercatat di dinas Tenaga kerja Simalungun,namun perusahaan di KEK Sei Mangkei enggan menjalin kerja sama dengan (PUK-SPTI).

"Dengan alasan yang tidak masuk akal, bahkan kami sudah ke Dinasker Simalungun lalu ke administrator, PT Kinra dan anak anak perusahaan didalam nya ,PKS ,PKO,INL dan lainnya minta penjelasan,tapi semua kerap buang badan,dan tuding tudingan bang,"kesal Syahril lagi. 

Dijekaskannya, perusahaan di KEK Sei mangkei yang merupakan kawasan ekonomi khusus, Objek Vital Nasional menjalin kerja sama dengan Serikat bongkar muat yang tidak memiliki legal standing yang jelas.

"Kami menduga pasti ada permainan ini bang, nfo dari pihak pihak terkait diduga oknum oknum tersebut menerima setoran tiap bulan maka nya mereka ngotot tetap membela serikat bongkar muat yang saat ini,"ungkap nya.

Dia meminta Menteri BUMN Erick Thohir segera mengevaluasi Dirut PT. Kinra dan jajaran nya, sebab sering nya terjadi pergesekan antar serikat pekerja bongkar muat dan banyak nya kasus-kasus pencurian aset perusahaan yang hingga saat ini belum juga terungkap di KEK industri Sei Mangkei.

Sementara itu, Dirut PT. Kinra Edward Ginting sebagai Penanggug jawab KEK Sei mangkei, melalui pesan Aplikasi WhatsApp sabtu, 1 Juli 2023,Sekira pukul 16:10 WIB terkait bebas nya aktivitas pekerja bongkar muat ilegal beroperasi di KEK Sei mangkei yang diduga dibekingi oknum oknum tertentu,hinga berita ini dikirim kemeja redaksi belum juga mau memberikan klarifikasi nya. (Rel)

Share:
Komentar

Berita Terkini