MEDAN - Masih tingginya angka kriminal di kota Medan, membuat kota terbesar ke tiga di Indonesia ini krisis keamanan. Oleh karenanya, Kapolrestabes yang baru harus fokus dalam penanganannya,sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi warga Kota Medan.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP, terkait dengan ditunjuknya Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun sebagai Kaporestabes Kota Medan yang baru guna menggantikan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda yang ditugaskan ke Mabes Polri.
"Tingginya angka kriminal di kota Medan ini, merupakan PR buat Kapolrestabes Medan yang baru menduduki jabatan tersebut. Sebab, masyarakat kerap dihantui rasa khawatir dan ketidak nyamanan dalam menjalani aktifitas di luar rumah maupun di lingkungan rumah tempat tinggal"ucap Robi kepada wartawan, Jumat 8 Desember 2023, lalu.
Diterangkan Robi, belum tuntasnya masalah keamanan di Kota Medan tidak terlepas dari tingginya angka peredaran narkoba. Oleh sebab itu, Kapolrestabes Medan yang baru diharapkan dapat lebih serius dalam menekan angka peredaran narkoba di Kota Medan.
"Kuncinya adalah narkoba. Kalau kita lebih serius memberantas narkoba di Kota Medan, kita yakin angka kriminalitas otomatis akan turun secara signifikan," tegasnya.
Robi pun merasa yakin, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy Jhon Sahala Marbun sudah memahami betul apa yang menjadi masalah krusial yang harus segera diselesaikan di Kota Medan. Mengingat sebelumnya, Kombes Teddy bertugas sebagai Ditreskrimsus Polda Sumut.
"Kita yakin Kombes Teddy pasti paham betul apa masalah yang terjadi di Kota Medan, kita juga yakin beliau mampu mengatasinya. Kalau Pak Kapolri tidak yakin atas kemampuan Kombes Teddy, tidak mungkin beliau ditunjuk sebagai Kapolrestabes kota ketiga terbesar di Indonesia (Medan)," tuturnya.
Robi pun mengingatkan Kombes Teddy agar dapat berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk Pemko Medan sebagai lembaga eksekutif dan pihaknya di DPRD Medan sebagai lembaga legislatif untuk bersama-sama menyelesaikan masalah keamanan di Kota Medan.
"Apalagi dalam situasi menjelang pemilu seperti saat ini, kita harus bisa meminimalisir potensi terjadinya gesekan di masyarakat. Butuh kerjasama untuk hal itu, dan kita di Komisi I siap berkolaborasi dengan counterpart kami di Polrestebas Medan," pungkasnya.
