-->

900 Kilometer Jalan di Sumut Rusak, Dinas PUPR Fokus Perbaikan di Wilayah Ketahanan Pangan

Kondisi jalan di Sumatera Utara (Sumut) masih menghadapi tantangan serius. Dari total panjang ruas jalan 3.005,65 kilometer, sekitar 30 persen

Editor: PoskotaSumut.id author photo

Kadis PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar

MEDAN
– Kondisi jalan di Sumatera Utara (Sumut) masih menghadapi tantangan serius. Dari total panjang ruas jalan 3.005,65 kilometer, sekitar 30 persen atau hampir 900 kilometer masuk kategori rusak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut, Hendra Dermawan Siregar, mengatakan berdasarkan data Kementerian PUPR tahun 2024, kondisi jalan mantap (baik dan sedang) di Sumut baru mencapai 72,76 persen.

“Kalau dihitung, kondisi jalan mantap kita sekitar 2.185 kilometer, sedangkan sisanya sekitar 900 kilometer lagi masih belum baik. Itu jadi fokus pekerjaan kita ke depan,” ujar Hendra di Medan, Senin (22/9/2025).

Fokus Jalan Ketahanan Pangan

Hendra menjelaskan, keterbatasan keuangan daerah membuat penanganan tidak bisa dilakukan sekaligus. Karena itu, Pemprov menetapkan prioritas melalui program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

“Yang utama kita perbaiki dulu jalan yang mendukung ketahanan pangan, misalnya di Asahan, Batubara, dan Deli Serdang. Setelah itu baru kita arahkan untuk jalan penunjang pertanian, perekonomian, hingga pariwisata,” jelasnya.

Ia menegaskan, biaya perbaikan jalan berbeda-beda tergantung wilayah. “Jalan di Nias jelas tidak bisa disamakan biayanya dengan kawasan dekat Medan. Faktor geografis, material, hingga kearifan lokal sangat memengaruhi,” kata Hendra.

Langkah Preventif dan Target 2029

Selain perbaikan, PUPR Sumut juga melakukan pemeliharaan rutin dan berkala agar kerusakan tidak semakin meluas. “Jadi tidak menunggu sampai parah baru diperbaiki,” tambahnya.

Mengenai target ke depan, Pemprov telah menyiapkan roadmap hingga 2029. Dalam lima tahun, kondisi jalan mantap ditargetkan naik sekitar 12 persen, dari 72,76 persen menjadi 88 persen.

“Meski masih akan tersisa sekitar 12 persen jalan yang belum mantap, capaian itu sudah cukup signifikan. Yang penting masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya, khususnya untuk akses pertanian, perdagangan, dan sektor lain yang menopang ekonomi Sumut,” pungkasnya.


Share:
Komentar

Berita Terkini