-->

Cegah Kontaminasi Makanan, Dinkes Sumut Perketat Pengawasan SPPG

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara, Hamid Rizal, mengungkapkan adanya dugaan kasus kontaminasi makanan di salah satu Sentra P

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara, Hamid Rizal, mengungkapkan adanya dugaan kasus kontaminasi makanan di salah satu Sentra Penyedia Pangan Gratis (SPPG) di Sumut.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu 1 Oktober 2025.

“Untuk Sumut, baru satu SPPG yang ditemukan ada dugaan kontaminasi makanan. Saat ini masih diteliti dan diselidiki lebih lanjut,” kata Hamid.

Langkah Pencegahan

Menurut Hamid, upaya pencegahan dan penanganan segera dilakukan dengan melibatkan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Salah satunya melalui penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang wajib dimiliki setiap SPPG.

SLHS ini, jelasnya, berpedoman pada Permenkes Nomor 17 Tahun 2024 sebagai perubahan atas Permenkes Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perizinan Berbasis Risiko Sektor Kesehatan.

“SLHS merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk meminimalisir risiko kontaminasi makanan,” ujarnya.

Pengawasan Ketat

Selain SLHS, Dinkes Sumut juga memperketat pengawasan di seluruh SPPG, mulai dari penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.

“Yang kami monitor antara lain bahan kadaluarsa, cara pengolahan, proses packing, distribusi, hingga personal hygiene karyawan. Termasuk kebersihan dapur, tempat penyimpanan, dan kualitas sumber air,” terangnya.

Untuk memastikan keamanan pangan, uji sampel mikroba berbahaya juga dilakukan secara berkala. Hamid menekankan, masyarakat memiliki peran penting dalam pengawasan.

“Kami mengajak masyarakat melaporkan jika ada dugaan masalah di SPPG wilayah masing-masing. Informasi itu akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” katanya.

Periksa Kesehatan Petugas

Hamid juga mengingatkan seluruh petugas SPPG agar rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas melalui layanan gratis.

“Jika ada petugas yang terdeteksi memiliki penyakit menular, maka akan diobati terlebih dahulu agar dapat bekerja kembali secara aman,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini