![]() |
| Anggota DPRD kota Medan RommyVan Boy |
MEDAN – Di tengah gencarnya pembangunan fisik di Kota Medan, ternyata masih ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Warga Lingkungan II dan VI Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, terpaksa menggunakan air sumur yang keruh bahkan berwarna kehitaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini membuat Anggota Komisi IV DPRD Medan Rommy Van Boy geram. Ia mendesak Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan segera merealisasikan pemasangan pipa air minum bagi warga.
“Tolong ini diprioritaskan. Awal tahun 2026 pipa air harus sudah masuk ke rumah warga. Lalu dilakukan kerja sama dengan Perumda Tirtanadi untuk suplai air bersih,” tegas Rommy dalam rapat evaluasi Triwulan IV dengan Perkimcikataru Medan.
Rommy mengaku menerima langsung keluhan warga saat reses akhir 2025. Ia menyebut kualitas air sumur di kawasan itu keruh dan kehitaman, tetapi tetap digunakan untuk memasak dan mencuci karena tidak ada pilihan lain.
“Saya miris. Di kota sebesar Medan, masih ada warga yang tidak menikmati air bersih. Ini menyangkut kesehatan dan martabat manusia,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Rapat dipimpin Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak dan dihadiri sejumlah anggota, antara lain Lailatul Badri, El Barino Shah, Jusuf Ginting Suka, Datuk Idkandar Muda, dan Edwin Sugesti. Sementara dari Perkimcikataru hadir langsung Kepala Dinas Jhon Ester Lase.
Menanggapi desakan dewan, Jhon Ester Lase menyatakan siap menindaklanjuti usulan pemasangan jaringan pipa air bersih tersebut.
“Silakan warga membuat surat permohonan dan diketahui kepala lingkungan serta lurah. Jika berkas lengkap, akan segera kami proses,” ujarnya.
Namun demikian, kondisi krisis air bersih di jantung ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini sekaligus menjadi ironi. Di saat anggaran besar digelontorkan untuk proyek fisik, masih ada warga yang belum menikmati layanan publik paling dasar: air bersih yang layak.
