MEDAN – Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap memastikan pembangunan RSUD dr. Pirngadi Medan akan dimulai pada 2026. Proyek ini merupakan rehabilitasi besar (revitalisasi) dengan pembangunan gedung baru melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.
“Kalau Pirngadi, insya Allah tahun ini dibangun, direvitalisasi. Ada bangunan baru. Doa kita sama-sama supaya masyarakat Medan bisa berobat dengan nyaman,” ujarnya.
Zakiyuddin juga menegaskan, bahwa pembahasan Pirngadi sudah berlangsung lama, termasuk proses komunikasi pemerintah kota dengan pemerintah pusat.
“Ini bantuan pusat. Kita dulu sudah menjembatani ke pusat. Anggarannya sudah disusun oleh pusat, karena ini memang program dari mereka,” katanya.
Soal besaran anggaran, ia menyebut nilai proyek mencapai ratusan miliar rupiah karena mencakup pembangunan gedung baru bertingkat.
“Targetnya sekitar Rp.600 miliar (enam ratus miliar). Karena ini bangun baru, gedung baru, dua tower. Tower pertama sudah ada, nanti dibangun tower baru lagi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak mungkin dilakukan spontan tanpa proses administrasi.
“Mana mungkin langsung bangun Januari. Tentu ada proses. Yang penting sudah masuk program, kita berharap secepatnya terlaksana,” katanya.
Fokus utama: penguatan perusahaan daerah
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan agar isu utama tetap pada penguatan perusahaan daerah seperti PD Pasar, PD Pembangunan, dan Rumah Potong Hewan (RPH).
“Harusnya bicara tentang bagaimana pasar, bagaimana perusahaan daerah ini sehat. Itu baru keren. Kalau Pirngadi sudah jelas, tahun ini dibangun,” tegasnya.
Ia berharap seluruh perusahaan daerah bisa bangkit dan memberi pelayanan lebih baik.
“Doakan PD Pembangunan bisa bagus, RPH bisa bagus, PD Pasar bisa bagus. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.
41 puskesmas juga akan direnovasi
Selain RSUD dr. Pirngadi, ia juga menyampaikan rencana renovasi puluhan puskesmas.
“Insya Allah tahun ini 41 puskesmas juga akan direnovasi. Harapan kita pelayanan kesehatan masyarakat Medan semakin baik,” tutupnya.
