CILEGON — Kota Cilegon kembali menorehkan sejarah penting bagi dunia pers nasional. Monumen Siber Indonesia kini resmi berdiri, menjadi simbol perjuangan dan legacy besar media digital di Tanah Air.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Cilegon atas dukungan dan penghargaan terhadap insan pers siber. Menurutnya, monumen ini bukan sekadar bangunan, melainkan penanda sejarah perjalanan panjang media online Indonesia.
“Monumen Siber Indonesia ini adalah simbol perjuangan, nilai pengabdian, dan transformasi komunikasi bangsa. Dari Cilegon, untuk Indonesia,” ujar Firdaus saat berkunjung ke Kota Cilegon.
Kehadiran Firdaus disambut sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, perwakilan Dewan Pers Yogi, serta Plt Sekda Cilegon Ahmad Aziz Deti.
Firdaus mengingatkan bahwa perjuangan pers siber tidaklah mudah. Dunia jurnalistik kerap menghadapi stigma, tekanan kekuasaan, hingga tantangan idealisme. Namun, menurutnya, jurnalis sejatinya adalah cahaya bagi masyarakat.
“Jurnalis itu profesi mulia. Bukan alat kekuasaan, tapi penyampai kebenaran untuk rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengenang perjalanan panjang media siber sejak 2007, saat media online masih dipandang sebelah mata, hingga akhirnya SMSI dideklarasikan di Cilegon pada 2017 sebagai tonggak kebangkitan media siber daerah.
“SMSI lahir di Cilegon. Ini bukan kebetulan, ini sejarah. Dari sini gagasan besar media siber nasional dirumuskan,” katanya.
Kini, SMSI telah berkembang ke seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Monumen Siber Indonesia pun diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi jurnalis digital agar tetap menjaga profesionalisme, integritas, dan keberpihakan pada masyarakat.
“Ini warisan kita bersama. Dari Cilegon, cahaya pers digital menyala untuk Indonesia,” pungkas Firdaus.
