MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan Ahmad Afandi Harahap melaksanakan kegiatan Reses ke-5 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) III Kota Medan yang meliputi Kecamatan Medan Deli, Medan Perjuangan, Medan Tembung, dan Medan Timur.
Kegiatan reses berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026, di dua lokasi diantaranya, Jalan Letda Sujono, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung (pukul 14.00 WIB – selesai) dan Jalan Tirto, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan (pukul 16.00 WIB – selesai).
Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Medan Tembung, Camat Medan Perjuangan, Lurah Sei Kera Hilir II, perwakilan Dinas SDABMBK Kota Medan, Dinas Perhubungan Kota Medan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta tokoh agama.
Reses Jadi Wadah Serap Aspirasi Warga
Mengawali pertemuan, Afandi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 H. Ia menegaskan, reses merupakan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan.
Sebelum sesi tanya jawab, Afandi juga menyampaikan sejumlah catatan kepada OPD yang hadir, di antaranya, Satpol PP diminta menertibkan bengkel ruko di Jalan Letda Sujono yang menggunakan bahu jalan. Dinas Perhubungan diminta menugaskan 2–3 personel pada pagi dan sore hari di simpang Jalan Padang untuk mengurai kemacetan. dan Dinas SDABMBK diminta melakukan penyedotan lumpur pada saluran drainase yang tersumbat.
Keluhan Warga: Jalan Rusak, Kemacetan, hingga Keamanan Lingkungan
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan aspirasi dan keluhan langsung kepada wakil rakyat mereka, seperti, Alamsyah Batubara warga Jl. Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung, mengeluhkan kerusakan jalan parah di sekitar putaran keluar tol. Dan, Aktivitas bongkar muat ganda di pinggir jalan dekat pintu keluar tol menyebabkan kemacetan, terutama sekitar pukul 16.00 WIB saat jam padat lalu lintas.
Kemudian Ilyas warga Jl. Benteng Hulu, Kecamatan Medan Tembung, mengeluhkan banyaknya kendaraan besar milik ekspedisi yang parkir dan bongkar muat di Jalan Padang, padahal ruko-ruko kecil. Dan, Meminta kejelasan terkait izin usaha ekspedisi dan mekanisme perizinan pemasangan portal jalan.
Sementara itu, Abadi warga Jl. M. Yakub Gg. Amat, Kecamatan Medan Perjuangan, menyampaikan lampu lalu lintas di simpang Jalan Tirto/Jalan Serdang Simpang HM Yamin dinilai tidak seimbang. Durasi lampu hijau terlalu singkat, sementara arus dari Jalan Perintis sering menerobos sehingga rawan kecelakaan.
Ia juga meminta bekas galian pipa PDAM di Jalan M. Yakub dikembalikan seperti semula, tidak dibiarkan rusak. Dan, mengeluhkan fenomena Asmara Subuh saat Ramadan yang kerap berujung tawuran remaja, dan meminta peran aparat untuk menertibkan.
Sedangkan Khairul Ahmad warga Jl. M. Yakub, Kecamatan Medan Perjuangan, mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan di kawasan tersebut. Kondisi gelap membuat warga khawatir saat berangkat ibadah ke masjid, terutama di bulan Ramadan.
Afandi: Semua Aspirasi Akan Ditindaklanjuti
Menanggapi berbagai keluhan warga, Afandi memastikan seluruh aspirasi akan segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan OPD terkait.
“Hasil reses ini bukan hanya dicatat, tapi akan kami kawal agar benar-benar ditindaklanjuti. Tujuannya supaya masyarakat merasakan dampak nyata,” tegas Afandi.
Ia juga meminta OPD yang hadir agar segera melakukan langkah konkret sesuai kewenangan masing-masing demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga di wilayah Dapil III Kota Medan.
