-->

PMI dan Palang Merah Amerika Bahas Program Ketahanan Panas Ekstrem dengan Pemko Medan

Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan bersama perwakilan American Red Cross melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Medan, Kamis (12/3/20

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan bersama perwakilan American Red Cross melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Medan, Kamis (12/3/2026).

Rombongan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan kajian risiko dan dampak panas ekstrem yang dilakukan PMI bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam pertemuan itu hadir Bendahara PMI Kota Medan Rudy Siregar, Project Manager Urban Heat American Red Cross Teguh Wibowo, serta Project Manager Urban Heat PMI Kota Medan Hafiz Ihsan Lubis.

Zakiyuddin menyambut baik program Ketahanan Panas Perkotaan (Urban Heat Resilience) yang diinisiasi PMI bersama mitra internasional tersebut.

Wakil Wali Kota yang didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra Pulungan, Kepala BPBD Yunita Sari, serta Kabag Kerja Sama Seri Inderahayu menilai fenomena panas ekstrem memiliki potensi risiko yang perlu diantisipasi secara serius.

Menurutnya, Pemko Medan siap mendukung pelaksanaan program tersebut, termasuk melalui sosialisasi kepada masyarakat serta penyediaan data terkait riwayat penyakit yang dipengaruhi oleh panas ekstrem.

“Pemko Medan siap mendukung program ini, termasuk dengan menyediakan data kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan dampak panas ekstrem untuk membantu pemetaan dan mitigasi risiko,” ujar Zakiyuddin.

Medan Jadi Kota Percontohan Program Urban Heat

Dalam kesempatan itu, pihak PMI memaparkan Program Ketahanan Panas Perkotaan terhadap panas ekstrem di Indonesia.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh pesatnya urbanisasi, keterbatasan ruang terbuka hijau, meningkatnya populasi rentan, serta tren kenaikan suhu yang memicu fenomena urban heat island di kawasan perkotaan.

Program ini bertujuan membangun ketahanan kota terhadap panas ekstrem secara jangka panjang melalui penguatan kebijakan di tingkat nasional dan lokal, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan kota terhadap risiko panas ekstrem yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

Dalam pemaparannya, PMI menyampaikan bahwa Kota Medan menjadi salah satu kota pilot project program Urban Heat yang dilaksanakan bersama BMKG.

Program tersebut telah berlangsung sejak September 2025 dan direncanakan berjalan hingga Februari 2027. Hasil dari program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai kota lain di Indonesia.


Share:
Komentar

Berita Terkini