PADANG LAWAS – Safari Ramadan yang digelar Bobby Nasution ke Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padang Lawas Utara, Senin-Selasa (2-3/03/2026), bukan sekadar agenda seremonial keagamaan. Kunjungan tersebut juga menjadi panggung konsolidasi pelayanan publik hingga ke wilayah pinggiran Sumatera Utara.
Didampingi Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti serta jajaran OPD dan BUMD Pemprov Sumut, Gubernur memusatkan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Agung Al-Munawwaroh, Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, serta di Masjid Al Hasanah Safiatus Siddiq, Pasar Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara.
Safari Ramadan tahun ini tak hanya diisi dengan tausiyah dan penyerahan bantuan sosial, tetapi juga menjadi simbol kehadiran pemerintah provinsi di tengah masyarakat daerah yang selama ini menuntut pemerataan pembangunan dan kualitas layanan dasar.
Di sela-sela rangkaian Safari Ramadan, Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan kunjungan kerja ke Cabang Tapanuli Selatan dan Unit Gunung Tua. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa pelayanan air bersih menjadi perhatian serius Pemprov Sumut.
“Kunker ini kegiatan rutin untuk memastikan pelayanan pendistribusian air bersih berjalan optimal. Kita tidak ingin ada keluhan pelanggan,” ujar Ardian.
Dalam kunjungannya, ia meninjau instalasi pengolahan air, jaringan perpipaan, serta berdialog langsung dengan manajemen dan pegawai. Dialog tersebut, kata Ardian, dilakukan untuk menghindari budaya “asal bapak senang” (ABS) dalam pelaporan kinerja.
Secara politik pelayanan publik, langkah ini memperlihatkan upaya manajemen BUMD untuk memperkuat akuntabilitas dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah provinsi, terutama dalam sektor layanan dasar seperti air bersih.
Konsolidasi Internal dan Ekspansi Layanan
Di Unit Gunung Tua, Ardian menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan respons cepat terhadap pengaduan pelanggan. Ia juga membahas rencana pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas produksi guna mengantisipasi pertumbuhan pelanggan di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya.
Kehadiran langsung manajemen pusat ke unit cabang dinilai sebagai bentuk pengawasan aktif sekaligus konsolidasi internal agar standar operasional perusahaan berjalan seragam di seluruh wilayah kerja.
Dalam konteks yang lebih luas, Safari Ramadan ini menjadi momentum strategis mempererat hubungan antara pemerintah provinsi, BUMD, dan masyarakat. Tidak hanya dalam konteks spiritual, tetapi juga sebagai penguatan legitimasi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan pendekatan tersebut, Pemprov Sumut berupaya memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti di pusat kota, melainkan menjangkau hingga wilayah terluar—termasuk akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih.
