-->

Tak Lengkapi SLHS, BGN Hentikan 14 SPPG di Sergai

Badan Gizi Nasional ( BGN) untuk sementara memberhentikan 14 Dapur Satuan Pelayanan Penuhan Gizi ( SPPG) di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), karena

Editor: PoskotaSumut.id author photo


SERDANG BEDAGAI - Badan Gizi Nasional ( BGN) untuk sementara memberhentikan 14 Dapur Satuan Pelayanan Penuhan Gizi ( SPPG) di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), karena belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan setempat,atau belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), setelah melewati masa operasional lebih dari 30 hari sebagaimana ketentuan dalam Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

Pemberhentian sementara operasional beberapa dapur SPPG di wilayah Serdang Bedagai, hal tersebut berdasarkan Surat Badan Gizi Nasional Nomor 769/D.TWS/03/2026 tanggal 08 Maret 2026 tentang Pemberhentian Operasional Sementara.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada perwakilan BGN Kabupaten Sergai Nurhasanah melalui WhatsApp,Senin (9/3/2026) membenarkannya,sesuai surat dari BGN,katanya .

Kepala Dinas Kesehatan ( Kadiskes ) Sergai, dr. Jhonli Boelian Dachban ketika dikonfirmasi soal ini melalui WhatsApp,Selasa (10/3/2026) mengatakan,"  Dari 14 Dapur SPPG sudah ada yang melakukan pendaftaran,masih dalam proses dan mengenai IPAL itu bukan kewenangan kami", jelas Jhonli.

Sedangkan sumber dari BGN Wilayah Kabupaten Sergai menyebutkan,dari 14 SPPG di Sergai  yang Operasinya dihentikan disebabkan masih dalam proses pengurusan LSHS dan Izin IPAL

ada 31.719 penerima manfaat yang terdampak untuk sementara waktu belum dapat terlayani oleh SPPG tersebut.

Saat ini seluruh dapur sedang dalam proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan setempat. Untuk waktu operasional kembali akan menunggu surat izin operasional dari Tim Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional setelah seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi.

Sementara itu, KASPPG bersama mitra dapur saat ini terus melakukan monitoring serta melaporkan perkembangan proses pengurusan SLHS agar dapat terupdate secara berkala, dengan harapan proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga operasional dapur dapat kembali berjalan dan pelayanan kepada penerima manfaat dapat dilanjutkan. Sebut sumber tersebut. ( biet )

Share:
Komentar

Berita Terkini