MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Rajudin Sagala, S.Pd.I. dan H. Zulkarnaen, S.K.M., menghadiri acara penutupan Ramadhan Fair ke-XX Tahun 1447 Hijriah/2026, yang berlangsung di Taman Sri Deli Medan, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tahunan yang telah berlangsung selama dua dekade tersebut resmi ditutup oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, yang ditandai dengan penabuhan bedug sebagai simbol berakhirnya rangkaian kegiatan Ramadhan Fair tahun ini.
Penutupan Ramadhan Fair berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, Sekretaris Daerah Kota Medan, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang turut memadati kawasan Taman Sri Deli.
Ramadhan Fair Jadi Tradisi Dua Dekade Kota Medan
Ramadhan Fair yang telah memasuki penyelenggaraan ke-20 ini menjadi simbol konsistensi Pemerintah Kota Medan dalam menjaga tradisi religi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Selama dua puluh tahun penyelenggaraannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syiar agama, tetapi juga berkembang menjadi ruang interaksi sosial dan ekonomi masyarakat yang dinantikan setiap tahunnya.
Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kota Medan dalam acara tersebut menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap kegiatan yang dinilai mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik dari sisi spiritual maupun ekonomi.
Selain itu, Ramadhan Fair juga dinilai sebagai wadah yang mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi publik secara langsung.
150 Gerai UMKM Ramaikan Kawasan Masjid Raya dan Taman Sri Deli
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan ini berlangsung sejak 25 Februari hingga 16 Maret 2026.
Selama pelaksanaannya, Ramadhan Fair melibatkan sekitar 150 gerai kuliner UMKM serta puluhan stan kriya yang memadati kawasan sekitar Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli.
Keberadaan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kuliner dan kerajinan lokal.
Ramadhan Fair menjadi salah satu momentum penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat luas.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk lokal Kota Medan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ragam Kegiatan Religi Warnai Ramadhan Fair
Tidak hanya menghadirkan bazar kuliner dan produk UMKM, Ramadhan Fair XX juga diisi dengan berbagai kegiatan religi yang memperkaya nilai spiritual masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Beragam kegiatan yang digelar di antaranya tausiah keagamaan, pemilihan Da’i Cilik, lomba adzan, pembacaan surah pendek, hingga peringatan Nuzulul Qur’an.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga menjadikan Ramadhan Fair sebagai ruang pembinaan generasi muda dalam memahami nilai-nilai keagamaan.
Antusiasme masyarakat terhadap rangkaian kegiatan religi tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan spiritual.
DPRD Dukung Kegiatan yang Berdampak bagi Masyarakat
Kehadiran Wakil Ketua DPRD Kota Medan dalam acara penutupan Ramadhan Fair XX juga mencerminkan dukungan lembaga legislatif terhadap kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Ramadhan Fair dinilai tidak hanya menjadi ajang hiburan tahunan, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat serta memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya Ramadhan Fair XX Tahun 2026, masyarakat diharapkan tetap dapat merasakan manfaat dari kegiatan tersebut, baik dari sisi ekonomi maupun pembinaan spiritual.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan skala yang lebih besar serta melibatkan lebih banyak pelaku UMKM dan masyarakat, sehingga dampak positifnya semakin luas dirasakan masyarakat Kota Medan.
.png)