NIAS SELATAN — Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Sumatera Utara, Irfandi, secara resmi melantik sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Forwaka Nias Selatan periode 2026–2028. Pelantikan berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Jalan Diponegoro, Kecamatan Teluk Dalam, Selasa (28/4/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Budi H. Gowasa dikukuhkan sebagai Ketua Forwaka Nias Selatan, didampingi Wilson Loi sebagai Sekretaris dan Arisman Zalukhu sebagai Bendahara. Struktur kepengurusan juga diperkuat oleh Harpendik M. Waruwu, S.Pd sebagai Wakil Ketua I dan Marinus Wau sebagai Wakil Ketua II, serta sejumlah ketua bidang lainnya.
Pelantikan turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Edmond Novvery Purba, SH., MH, Kepala Seksi Intelijen Alex Bill Mando Daeli, SH, jajaran pengurus Forwaka Sumatera Utara, serta pengurus Forwaka Gunungsitoli yang sehari sebelumnya telah dilantik.
Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan Edmond Novvery Purba menekankan pentingnya menjadikan organisasi Forwaka sebagai wadah yang produktif dan berintegritas. Ia mengingatkan insan pers untuk tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.
“Gunakan forum ini sebagai sarana untuk membangun relasi, meningkatkan kapasitas, dan menjaga profesionalisme. Yang utama adalah komitmen terhadap kode etik dan integritas dalam setiap karya jurnalistik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forwaka Nias Selatan Budi H. Gowasa menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Forwaka Sumatera Utara yang melaksanakan pelantikan secara langsung.
“Kehadiran Ketua dan jajaran Forwaka Sumut menjadi kehormatan bagi kami. Ini menjadi penyemangat untuk membangun organisasi yang solid dan profesional di Nias Selatan,” katanya.
Ketua Forwaka Sumatera Utara Irfandi dalam arahannya menegaskan bahwa Forwaka harus menjadi instrumen untuk meningkatkan profesionalisme dan kemandirian wartawan. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta penguatan sinergi antarwilayah.
“Kita harus mampu berdiri sebagai wartawan profesional yang mandiri, sekaligus menjadikan organisasi ini sebagai sarana peningkatan kapasitas anggota,” tegasnya.
