-->

Mobil Innova Jatuh ke Sungai Lae Kombih Pakpak Bharat, Sepasang Pasutri Masih Dalam Pencarian

Editor: PoskotaSumut.id author photo


PAKPAK BHARAT – Tim Operasi SAR Nasional yang dikoordinir Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan masih terus melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan mobil minibus yang jatuh ke Sungai Lae Kombih, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Kijang Innova bernomor polisi BK 1213 SP yang dilaporkan terjatuh ke jurang hingga masuk ke aliran Sungai Lae Kombih, tepatnya di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe.

Dilaporkan Jatuh ke Sungai pada Senin Malam

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan menerima laporan kejadian pada Selasa (31/3/2026) dari Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Pakpak Bharat, Ridzuan Brutu.

Berdasarkan laporan tersebut, peristiwa nahas terjadi pada Senin malam (30/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kendaraan yang membawa dua orang penumpang diduga kehilangan kendali sebelum terjun ke jurang di sekitar aliran sungai.

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan pihak keluarga korban kepada BPBD setempat, yang kemudian meneruskan informasi kepada Basarnas Medan untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Dua Korban Pasutri Masih Dalam Pencarian

Dalam insiden ini, dua orang korban yang merupakan pasangan suami istri hingga saat ini masih dalam pencarian, yaitu:

Rudi Simanjuntak (40)

Risma Tumangger (39)

Keduanya diketahui merupakan warga Lae Ikan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.

Tim SAR Gunakan Drone Thermal dan Penyisiran Sungai

Setelah melakukan assessment di lokasi kejadian, tim SAR gabungan membagi operasi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 melakukan pencarian menggunakan drone thermal dengan jangkauan hingga lima kilometer, menyisir area dari lokasi kejadian hingga ke arah Air Terjun Kedabuhen, wilayah Subulussalam, Aceh.

Sementara itu, SRU 2 melaksanakan pencarian darat dengan metode penyisiran sepanjang aliran sungai sejauh sekitar satu kilometer ke arah hilir. Selain itu, tim juga memasang jaring di titik-titik yang dicurigai.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Medan, Polsek Sukaramai, BPBD Pakpak Bharat, pemerintah setempat, serta masyarakat dan keluarga korban.

Basarnas Pastikan Upaya Pencarian Dilakukan Maksimal

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, selaku Search Mission Coordinator (SMC) menyampaikan bahwa seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan peralatan lengkap.

"Kami telah mengerahkan tim rescue lengkap dengan peralatan SAR, termasuk drone thermal dan peralatan water rescue. Operasi ini dilakukan secara terpadu bersama unsur SAR gabungan dengan fokus utama pada keselamatan dan efektivitas pencarian. Namun hingga akhir pencarian hari kedua sore ini, tim belum menemukan keberadaan korban. Kami berharap korban dapat segera ditemukan," ujarnya.

Basarnas Medan juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung kelancaran operasi SAR dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban

Share:
Komentar

Berita Terkini